Nelayan Kota Jayapura Dukung BTM-CK di PSU Pilkada Papua

Foto bersama perwakilan kelompok Nelayan dengan BTM

Jayapura, Teraspapua.com – Masyarakat kota Jayapura yang tergabung dalam Kelompok nelayan Janggas menyatakan sikap politik untuk mendukung Benhur Tomi Mano dan Constant Karma sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Bentuk dukungan diberikan saat mereka menyambangi kediaman Benhur Tomi Mano, Jalan Jeruk Nipis, Rabu (14/5/2025) siang.

Mereka menilai Provinsi Papua ini harus di pimpin oleh dua sosok, anak Tabi dan Saireri yang sangat berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan.

“BTM-CK sangat berpengalaman dalam pemerintahan, sehingga layak untuk memimpin Provinsi Papua periode 2025-2030,” kata Ketua Koperasi Janggas Waesah Papua, Ones Mania
Kori.

Lanjut Ones, para nelayan kota Jayapura 100 persen memberikan dukungan penuh, kami mendukung BTM sejak menjabat Walikota Jayapura dua periode.

“Selama menjabat Walikota dua periode, BTM pernah menurunkan bantuan kapal-kapal kepada kami nelayan kecil,” ungkap Ones.

Lanjut Ones, BTM memberikan bantuan kepada kami nelayan kecil, seperti motor-motor tempel 15 PK, cool box Ikan, GPS, tali dna mata pancing.

Jadi kami nelayan kecil yang ada di kota Jayapura, sudah banyak mendapat bantuan dari BTM, begitu juga kartu nelayan, sehingga kami tidakmelupakan budi baik dari beliau,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Ones juga minta BTM dapat memperhatikan para nelayan, terutama rompong-rompong, baik dari Biak yang izinya di Biak, tapi diturunkan di perairan kota Jayapura.

Ada juga salah satu perusahaan dari Bali yang sementara menurunkan rompong di perairan Jayapura. Dikatakan, Setelah mereka menurunkan rompong tentu terlalu berhimpit dengan kami para nelayan kecil yang memiliki rompong di kota Jayapura.

“Jadi, mereka turunkan rompong dengan jarak 50 sampai 200 mil, antara daratan dengan laut, tentu banyak ikan yang masuk ke rompong mereka dan tidak merapat ke pinggiran ke rompong nelayan kecil dari Jayapura,” kesalnya.

Untuk itu kami mohon bantaun dari BTM, mungkin ada solusi, jalan keluar untuk agar rompong dari Biak maupun Bali  bisa bergeser dari perairan tempat rompong kami.

Dikatakan, kita punya batas antara PNG dengan kota Jayapura, wilayah mancingnya terlalu kecil, sehingga ikan dari luar masuk ke dalam sudah tidak bisa.

Diapun minta kalau boleh mereka geser ke daerah Sarmi dan Biak, karena nelayan Jayapura ada 2. 800 orang yang mencari untuk memberi makan masyarakat di satu Papua bahkan Papua Pegunungan juga kami suplai ikan,” tukasnya.

(Arc)