Biak, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Biak Numfor menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Yasokabi, Biak, Rabu (30/04/2026), menjadi momentum strategis bagi partai dalam melakukan pembaruan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang sekaligus mempertegas arah perjuangan politik ke depan.
Pembukaan Musancab dilakukan oleh Bendahara DPD PDIP Provinsi Papua, Joni Y. Betaubun, dan dihadiri oleh sejumlah kader serta pengurus partai. Turut hadir anggota DPRK Biak Numfor dari Fraksi PDIP, yakni Peggy Kafiar, Legiran, Abdul Manan, dan Andris Mansbawar. Selain itu, anggota DPR Provinsi Papua dari Fraksi PDIP, Martinus Pasang dan Yenny Naap, juga turut mengikuti jalannya kegiatan bersama kader lainnya.
Dalam sambutannya, Joni Betaubun menegaskan bahwa Musancab merupakan momentum penting untuk memperkuat fondasi partai, baik dari sisi ideologi, organisasi, maupun kaderisasi. Ia menekankan bahwa PDIP harus tetap menjaga jati dirinya sebagai partai yang berakar kuat di tengah rakyat.
“Musancab adalah momentum konsolidasi ideologi, organisasi, dan kader. Di sinilah kita memperkuat jati diri sebagai partai wong cilik yang terus memperjuangkan keadilan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan PDIP tidak hanya bertumpu pada struktur di tingkat atas, melainkan justru pada soliditas di tingkat bawah, yakni Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting. Di tingkat inilah, kata dia, denyut kehidupan partai sesungguhnya berlangsung karena kader bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia menambahkan, Musancab diharapkan menjadi titik balik bagi kader untuk memastikan seluruh struktur partai benar-benar aktif, bergerak, dan hadir dalam kehidupan masyarakat. PAC dan ranting diminta menjadi pusat aktivitas politik kerakyatan, mulai dari kegiatan sosial hingga advokasi aspirasi warga.
Lebih jauh, Joni juga menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam kerja politik. Ia menegaskan, ke depan kerja politik tidak bisa lagi dilakukan secara sporadis, melainkan harus berbasis data dan peta kekuatan riil di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Biak Numfor, Wiliam Engels, menjelaskan bahwa Musancab merupakan agenda rutin partai yang bertujuan melakukan penyegaran struktur organisasi di tingkat anak cabang. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga dinamika organisasi tetap berjalan optimal.
“Musancab ini bagian dari evaluasi dan pembaruan struktur. Ada kader yang sudah tidak aktif karena menjalankan tugas pemerintahan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian,” ujarnya.
Ia menyebutkan, seluruh perwakilan dari 19 distrik di Biak Numfor hadir lengkap dalam kegiatan tersebut, masing-masing terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Setelah proses musyawarah selesai, struktur baru akan segera dikukuhkan oleh DPD PDIP Provinsi Papua.
Wiliam juga menegaskan bahwa penguatan organisasi tidak berhenti di tingkat distrik. Partai akan terus mendorong pembentukan struktur hingga ke tingkat kampung melalui ranting, guna memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.
“Target kami, konsolidasi tidak hanya di atas, tetapi sampai ke bawah, hingga ke kampung-kampung. Partai harus hadir dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Martinus Pasang yang mewakili DPD PDIP Papua menekankan bahwa Musancab bukan sekadar forum pembentukan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang memperkuat komitmen kader dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Kader yang terpilih harus mampu menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga garis perjuangan partai sesuai arahan pimpinan pusat, dengan tetap berpihak pada kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Ketua Fraksi PDIP DPRK Biak Numfor, Peggy Kafiar, turut mengapresiasi pelaksanaan Musancab yang dinilai mampu memperkuat soliditas internal partai. Ia menyebut forum ini sebagai ruang strategis untuk menjaga kekompakan sekaligus menyatukan visi perjuangan kader.
“Musancab menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan arah perjuangan partai tetap sejalan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan Musancab berlangsung tertib dan lancar, diikuti oleh pengurus partai, kader, serta sejumlah undangan lainnya. Melalui forum ini, PDIP Biak Numfor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah, sekaligus memperkokoh peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
(HDK)















