Jayapura, Teraspapua.com – Komisi IV DPR Papua menyoroti minimnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Waropen dalam rapat kerja bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Persoalan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Jefry Hendry Bisai, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan Pertamina, pasokan BBM ke Kabupaten Waropen hanya mencapai sekitar 2 persen. Angka tersebut dinilai sangat rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.
“Saya melihat persentase suplai BBM ke Kabupaten Waropen hanya sekitar 2 persen. Ini tentu sangat minim, apalagi distribusinya masih bergantung dari wilayah Kepulauan Yapen,” ujar Bisai dalam rapat kerja tersebut.
Ia menegaskan, kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari Pertamina, mengingat keterbatasan pasokan berpotensi memicu kelangkaan BBM yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
Selain itu, Bisai juga mendesak agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Distrik Urei segera diaktifkan kembali. Menurutnya, pengoperasian SPBU tersebut dapat menjadi solusi untuk memperluas akses distribusi BBM di Waropen.
“Kami minta SPBU di Distrik Urei segera diaktifkan. Saat ini Waropen memang sudah memiliki SPBU yang beroperasi, tetapi masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Bisai menyoroti kondisi di Kampung Wapoga yang berada di wilayah ujung Kabupaten Waropen, tepatnya di perbatasan dengan Kabupaten Nabire. Ia menyebut distribusi BBM ke wilayah tersebut sangat terbatas, bahkan hanya masuk setiap tiga hingga empat bulan sekali.
Padahal, mayoritas masyarakat di Wapoga menggantungkan hidup sebagai nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM, khususnya solar, untuk menunjang aktivitas melaut.
“Di Wapoga, BBM bisa masuk tiga sampai empat bulan sekali. Sementara masyarakat di sana adalah nelayan yang sangat membutuhkan solar untuk bekerja. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Jefri pun meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk segera mengambil langkah strategis guna memastikan distribusi BBM lebih merata, terutama di wilayah-wilayah terpencil dan pesisir.
(Rck)








