Jayapura, Teraspapua.com – Untuk mengevaluasi pembangunan gedung gereja Efrata Kayu batu, panita menggelar Rapat Kerja (Raker) yang ke-2 Sabtu (7/11/2020) di gedung gereja baru dan dipimpin langsung oleh ketua panitia, DR. De Jong Makanuay, ST,MM.
Turut hadir, perwakilan dari Klasis Port Numbay, ketua majelis jemaat, para pengurus PMJ dan juga majelis harian, ketua dan anggota panitia dan badan pemeriksaan perbendaharaan gereja.
Panitia terus menggenjot pembangunan, yang hingga saat ini sudah mencapai 60%, dan sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp3 Milyar.
Setelah gedung Gereja baru, panitia juga berencana membangun gedung penunjang seperti kunci Story, GSG dan ruang sekolah minggu dengan estimasi anggaran sebesar Rp3 Milyar. Bahkan sudah menjadi komitmen panitia dan warga jemaat untuk menyelesaikan pembanguan ini.
Walaupun ketua dan anggota panitia harus memutar otak untuk bagaimana mendapatkan sokongan dana, asalkan tekat untuk menyelesaikan rumah Tuhan ini bisa selesai sesuai perencanaan.
Dari upaya, doa dan kerja panitia dan jemaat, maka anak-anak Tuhan dikirim untuk menopang proses pembangunan, baik dari sisi dana maupun material.
De Jong Makanuay usai Raker mengatakan, sudah menjadi komitmen bersama panitia dan warga Jemaat untuk menyelesaikan proses pembangunan gedung Gereja yang sudah dicanangkan oleh Walikota Jayapura pada tanggal 5 April tahun 2019 lalu.
“Untuk Raker yang kedua ini, kita mengevaluasi program-program yang sudah kita laksanakan. Pasalnya sejak pandemi Covid – 19 menginfeksi kota Jayapura, sehingga ada beberapa program kegiatan pembangunan sangat terganggu,” terangnya.
Lanjut De Jong Makanuay, kita harus bicara untuk langkah selanjutnya di tahun 2021, bahkan sudah diputuskan bersama dan nantinya beberapa usulan program dari hasil rapat kerja ini akan dibawa ke Sidang Jemaat pada tanggal 20 November mendatang.
“Nantinya akan menjadi acuan untuk penyelesaian pembangunan gedung Gereja di tahun 2021,” katanya.
Untuk pembangunan gedung gereja lanjut mantan Kepala distrik Jayapura Selatan itu, progres sudah 60%, dan sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp3 milyar dari estimasi Rp6 milyar untuk penyelesaian pembangunan, “rincinya.
Bahkan menurut dia, pada pembangunan ini ada dua tahap yang dilakukan yaitu itu pembangunan gedung Gereja dan fasilitas pelayanan yang menunjang pelayanan seperti kunci Story, GSG dan ruang sekolah minggu
Di akhir tahun 2020, De Jong mengatakan, ada beberapa program yang akan di kerjakan yaitu pemasangan plafon dan juga instalasi listrik,” tandasnya.
Sementara itu, mewakil Ketua Klasis Port Numbay Pdt. Richard Pae memberikan apresiasi kepada panitia dan jemaat yang terus menggenjot proses pembangunan hinggah mencapai 60%.
“Capaian progres ini tentu ada komitmen dari jemaat Kampung Kayu Batu. Bahwa apa yang mereka buat sebenarnya itu yang Tuhan rindukan,” cetusnya.
Mereka lanjut Pdt. Richard Pae, harus fokus memberi perhatian baik pikiran maupun tenaga, tapi juga dengan berkat – berkat finansial untuk bagaimana kebutuhan secara fisik ini mereka gumuli supaya pembangunan bisa jalan terus.
Richard Pae juga mengatakan, dalam membangun rumah Tuhan ini tentu membutuhkan dana sehinggah mereka harus berani memberikan dukungan karena di situlah Iman terwujud.
“Jadi ketika mereka rela untuk memberi pasti Tuhan akan berkati,” ujarnya.
Ditempat yang sama Ketua Majelis Jemaat GKI Efrata Kayu batu, Pdt. Dina. B Imbiri, S.Si-Teol berharap dan tetap membangun komitmen baik di kalangan majelis tapi juga warga jemaat secara khusus, karena pekerjaan ini sesungguhnya adalah natzar Jemaat.
“Maka seluruh warga Jemaat, mau tua, muda, anak-anak sekolah minggu harus sama-sama terlibat dalam pekerjaan panitia, dengan memberika dukungan doa. Tapi juga pemeberian yang bisa mereka berikan kepada Tuhan melalui pekerjaan panitia pembangunan.
Dikatakan dukungan itu sudah diberikan hampir 2 tahun terakhir dan ini masuk dalam ketiga panitia bekerja dan progres yang bisa dilihat hari ini.
“Sebenarnya ini keberhasilan bersama, karena Tuhan yang menggerakan hati warga jemaat sehingga mereka memberi, walaupun itu hanya air putih, the, kopi tapi juga pemberian dalam bentuk uang dan dukungan doa,” urainya.
Saya berharap di tahun berikut, dari pekerjaan ini semangat dan komitmen tetap harus ada.
Sehingga bersama panitia, kita bersinergi membangun dulu kekuatan dari apa yang jemaat beri, tapi bagi saya Tuhan akan memerintahkan orang memberi ketika Jemaat menaru bagiannya,” pungkasnya.
(Let)












