Jayapura,Teraspapua.com – Tugas pokok dari Kepolisian tidak terlepas dari memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun dipapua ada yang berbeda, tugas seorang Polisi bukan saja sebagai penegak hukum, tetapi juga bisa berprofesi sebagai seorang guru. Sebab, jumlah tenaga pengajar yang bertugas di daerah pedalaman Papua masih minim.
Dikabupaten Merauke, terdapat salah satu distrik, yang bernama Distrik Sota. Distrik tersebut merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan daerah Perbatasan RI-PNG.
Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Merauke menujuh ketempat tersebut memakan waktu hingga 1,5 jam.
Di Distrik Sota sendiri terdapat salah satu sekolah yakni SD YPK Sota, dalam kesehariannya banyak siswa yang memiliki waktu luang dan tidak belajar dengan baik, dikarenakan kekurangan guru pada sekolah tersebut.
Meskipun kekurangan guru, tidak menyurutkan semangat anak-anak murid disekolah tersebut untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Melihat situasi tersebut, salah satu personil Bhabinkamtibmas Kampung Yanggandur Aipda Stevanus Bonara. Meyempatkan diri untuk melakukan kegiatan Polisi Pi Ajar disekolah tersebut.
Aipda Stevanus Bonara sendiri telah bertugas di Perbatasan Sota RI-PNG selama lima tahun pengabdian, beliau betah dikarena telah dekat dengan banyak masyarakat disana, dan tak pernah memikirkan kapan ia akan dipindahkan.
Setiap sebulan Aipda Stevanus Bonara melaksanakan program Polisi Pi Ajar sekolah sebanyak 4 kali, atau seminggu sekali mengajar, tetapi dirinya tak mengenal lelah, karena sebagai seorang Polisi diminta untuk mengajarkan jiwa nasionalisme serta wawasan kebangsaan.
Saat ditemui Aipda Stevanus Bonara, dirinya mengatakan bahwa Program Polisi Pi Ajar yang dilaksanakan oleh Polri sangat baik untuk generasi penerus bangsa Indonesia.
Ia menuturka, Polisi sangat peduli dengan dunia Pendidikan di perbatasan, sehingga tadi sudah dibagikan buku tulis, pensil, masker, dan buku-buku cetak pelajaran.
Selain itu, tadi juga dibagikan dua buku Polri dari Divisi Humas Mabes Polri, untuk mengenal Polri sebagai pelayan, pengayom, pelindung dan penegakkan hukum, ujar Stevanus Bonara, Selasa (23/02/2021).
Mengingat sekarang kita dalam situasi pandemic, sehingga kegiatan Program Polisi Pi Ajar semua itu dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tukasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD YPK Sota Samuel Supusepa, S.Pd memberikan apresiasi terhadap kegiatan program Polisi Pi Ajar di sekolahnya.
Yang mana telah mengajarkan anak-anak tentang disiplin, jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan dengan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan, jelas Supusepa.
Dirinya berharap, kedepan kerjasama yang baik ini tetap terjalin, bahkan ditingkatkan. Guna memajukan masa depan generasi penerus bangsa Indonesia di bidang Pendidikan terkhususnya di wilayah perbatasan Sota RI-PNG, pungkas pria asal Maluku negeri raja-raja.
(Matu)








