banner 325x300

Wali Kota Jayapura Resmikan UPTD Pasar Youtefa dan Dua Koperasi

  • Bagikan
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano saat meresmikan pasar ditandai dengan penandatanganan prasasti

Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano meresmikan UPTD pasar induk regional Youtefa, Kamis ( 20/5/2021). Selain pasar, Tomi Mano juga meresmikan 2 buah tempat pelayanan koperasi.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, embukaan papan selubun dan pengguntingan pita.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dalam sambutan mengajak seluruh pedagang mana – mama Papua untuk berjualan di dalam pasar agar tidak kena hujan, panas dan debu. Begitu juga para penjual ikan.

Pasar ini dibangun, karena keluhan dari para pedagang di pasar Youtefa lama dan juga masyarakat.

“Hujan 30 menit, 1 jam pasar lama terendam dengan air, semua dagangan busuk dan hilang. Makai itu pemerintah membangun pasar di lokasi yang bebas banjir yang diresmikan saat ini,” terangnya.

Kendati pasar baru sudah ada, Tomi Mano mengakui masih ada kekurangan untuk los dan kios.

“Jika masih ada kurang – kurang itu hal biasa, sembari berjanji kekurangan daya listrik akan ditambahkan, kekurangan air akan diusahakan supaya PDAM juga masuk,” katanya.

Wali Kota Tomi Mano juga minta kepada masyarakat adat untuk tidak masuk di dalam areal pasar dan mengklaim tanah miliknya, karena seluruh areal pasar ini sudah jadi milik pemerintah kota, bukan lagi milik wilayah ada,” sambungnya.

Untuk itu pasar ini nantinya akan ditata agar kelihatan asri, hijauh dan bersih.

Lanjut ditekankan Wali Kota, semua para penjual yang menggunakan bahu jalan di depan pasar akan diarahkan masuk, sembari mengingatkan untuk tidak membuat rumah untuk tempat tinggal di dalam pasar. Jika ada, Satpol segera bongkar.

“Semua pedagang mama – mama papua untuk menggunakan pasar dan fasilitas yang telah disediakan serta merawatnya dengan baik,” pintanya.

Kadis dan Kepala pasar juga diingatkan, untuk tidak menambah bangunan dan tidak diperjul belikan bangunan. “Mari gunakan los ini sebagai tempat berteduh dan tidak ada melakukan aktivitas jual beli di luar pasar,” tandasnya.

Sementara 2 koperasi di dua Kelurahan yang diresmikan Tomi Mano minta, untuk dapat menyediakan barang – barang kebutuhan anggota di wilayah kerjanya dan distribusi barang kepada anggota.

“Koperasi dengan wilayah kerja yang luas dapat bekerja sama dengan koperasi – koperasi lain,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, Robert L. N. Awi dalam laporan menuturkan, pembangunan dimulai dari tahun 2016 dan selesai di tahun 2019.

“Pasar baru ini khusus untuk para pedagang los, pelataran dan ikan, kendati begitu, akui Robert masih banyak kekurangan, karena kekurangan anggaran, baik yang ada pada Pemkot Jayapura, maupun pemerintah pusat karena waba pandemi Covid – 19,” terangnya.

Lanjut dituturkan, rencana peresmian pasar ini telah mengalami pengunduran, baik disebabkan karena ketidak siapan Disperindag maupun karena Covid – 19.

Robert merincikan, luasa lahan 5 hektar udah sudah menjadi milik Pemkot. Perencanaan pasar induk yang telah di programkan oleh kementerian PUPR dapat mulai terbangun dalam waktu dekat ini, antara tahun 2021 atau paling lambat ditahun 2022.

“Semua ini karena komunikasi politik yang dilakukan oleh bapak Wali Kota, sehingga setelah penantian kurang lebih 4 tahun kita dapat lampu hijau dari kementerian PUPR dalam rangka pembangunan pasar induk regional Youtefa yang baru,” akuinya.

Kadis mengakui, pasar ini masih kekurangan daya listrik, sehinggah ada beberapa yang tidak bisa optimal dalam pemanfaatan listrik, terutama instalasi pengelolaan air limbah.

Diuraikan, Jenis fasilitas yang ada yaitu, lost mama – mama Papua, penjualan ikan, ayam, daging sapi maupun daging babi dan sayur serta buah.

Kemudian pelataran bagi pedagang Koya dan Arso serta 2 unit tempat pelayanan koperasi yang masing-masing terletak di kelurahan Vim dan Waena,” pungkasnya.

(Let)

  • Bagikan