banner 325x300

Demo Penolakan Otsus Jilid II, Kapolda Papua Akan Panggil Intelektualnya Untuk Diperiksa

  • Bagikan

Jayapura,Teraspapua.com – Menangapi aksi demo penolakan Otsus jilid II oleh sejumlah Mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen), Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyayangkan aksi tersebut.

“Saya sayangkan anak-anak kita ini, mereka adalah mahasiswa, mereka mengetahui betul bahwa perkembangan covid di Papua khususnya Kota Jayapura sangat meningkat. Tapi kok ada scenario yang mereka buat untuk melaksanakan aksi demo, yang didalamnya itu banyak muatan politik yang sebenarnya itu tidak boleh dilakukan,” kata Fakhiri ketika dikonfirmasi oleh sejumlah awak media, Rabu (14/07/2021).

“Pakailah intelekmu untuk berbuat hal-hal yang positif, jangan untuk hal-hal yang tidak baik”, katanya.

Lebih lanjut dikatakan Fakhiri, permohonan ijin aksi demo yang diajukan mereka kepada polri, kami sudah lakukan penolakan. Namun mereka masih saja melakukan aksi hari ini, oleh karena itu selaku Kapolda saya tegaskan untuk dibubarkan.

Pada kesempatan itu, Ia juga mengingatkan kepada para intelektual jangan menghasut mahasiswa untuk melakukan demo. “Saya tidak akan mundur, yang menghasut mehasiswa untuk melakukan demo hari ini saya akan panggil,” ancam Fakhiri.

Ketika ditanyai terkait nama dari para Intelektual demo penolakan Otsus jilid II, Fakhiri engan membritahukan nama mereka, yang pasti mereka akan dipanggil dan diperikasa, jelas Fakhiri.

Dirinya pun menyarankan, kalian sebagai mahasiswa tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak baik, harusnya pemikiran kalian dipakai membantu pemerintah untuk menekan lajunya Covid-19. Karena virus covid itu nyata, buktinya data dari pemerintah khususnya kita Jayapura ini saja pasien Covid makin meningkat, bahkan data dari RS semua sudah penuh.

Ditambahkannya, pendemo yang melakukan aksi hari ini, sudah ada yang diamankan sebanyak 20 orang, mereka adalah para pelaksana dilapangan, dan juga hari ini saya minta mereka langsung di tes antigen,” pungkasnya.

(Matu)

  • Bagikan