Cek Proyek Fisik di Kawasan Pantai Base’G dan Hamadi, Kadispar Kota Pastikan Penggunaannya

Kadispar Kota Jayapura Matias Benoni Mano bersama para Kabid saat mengecek proyek Boardwalk di pantai bebek Hamadi.

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata telah membangun sejumlah bangunan penunjang di Tahun Tnggaran 2021, untuk mendukung Pariwisata di ibu Kota Provinsi Papua itu.

Proyek – Proyek tersebut di bangun di 2 lokasi yang berbeda yaitu di kawasan wisata pantai Base’G Distrik Jayapura Utara dan Pantai Hamadi Distrik Jayapura Selatan.

Untuk memastikan penggunaannya, Kepala Dinas Pariwisata setempat, Matias Benoni Mano turun lagsung untuk mengecek fisik bangunan, selama 2 hari Selasa, 11/1/2021 dan Rabu, 12/1/2021.

Sekertaris Dispar, Erid Rumansar, Kabid ekonomi kreatif (Ekraf) , Richard Nahumuri Kabid Destinasi Pariwisata, Bonor Simanulang turut mendampingi Kepala Dinas.

Kadispar Matias Benoni Mano ketika dikonfirmasi di lokasi proyek, Rabu ( 12/1) mengemukakan, sesuai menu yang didapatkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata RI.

Maka, dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Boardwalk di pantai Hamadi sepanjang ( 1. 264 ) meter perseg, Gazebo ( 8 ) unit di pantai Base g dan Hamadi, Hikers Hut/ Shelter (10) unit di pantai Hamadi,

“Panggung Kesenian/Pertunjukan/ Amphiteater (Tidak Sederhana) ( 1) unit di pantai hamadi, Kios Cenderamata ( 11) unit di pantai Base’G dan ( 10 ) unit di pantai Hamadi, Toilet (termasuk jaringan air bersih dan jaringan listrik) ( 30) paket di pantai Base’G dan Hamadi,” urai Matias kepada Teraspapua.com.

Jadi, hari ini kami melakukan peninjauan di dua lokasi yaitu pantai Base’G dan pantai Hamadi atas selesainya pembangunan dengan jangka waktu adalah 160 hari kerja.

Matias mengungkapkan, semua pembangunan sudah rampung 100% sesuai dengan jangka waktu kontrak pada tanggal 13 Desember 2021, dan sudah dilakukan pemeriksaan serta pembayaran.

“Sehingga, sebagai kepala dinas, saya turun sendiri untuk mengecek langsung guna pemanfaatan bangunan – bangunan tersebut. Selanjutnya akan diserahkan kunci untuk masyarakat agar bisa digunakan,” ujar Matias.

Pria yang akrab disapa Bentar itu menambahkan, setelah selesai pembangunan pihaknya tidak langsung menyerahkan kepada masyarakat tapi melakukan pengecekan. Jika ada yang kurang maka akan dibenahi karena masih ada masa pemeliharaan.

“Jadi, nanti saat penyerahan kunci ada perjanjian kerjasama yang dilakukan antara pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata dengan pengelola tempat wisata,” ungkapnya.

Seraya berharap, masyarakat lokal sebagai pengguna dapat menjaga serta mengelola aset – aset yang sudah diserahkan oleh pemerintah kota Jayapura.

“Jadi, masyarakat dapat menggunakan aset ini sesuai dengan pemanfaatannya dan tidak boleh digunakan sebagai rumah tinggal,” harapnya.

Pasalnya, ungkap Matias, ada beberapa aset yang dibangun oleh pemerintah kota tapi ada yang sudah digunakan sebagai tempat tinggal.

Matias mengingatkan , agar aset yang diserahkan ini dapat dijaga seperti rumah sendiri dan dirawat bila ada kekurangan dan bisa dibenahi.

Yang terpenting ditekankan Matias Benoni Mano, penggunaan aset ini harus ada kontribusi balik kepada pemerintah kota Jayapura.

“Misalnya dari penarikan – penarikan biaya seperti Toilet, Gazebo Maupun Kios Cendramata, minimal ada retribusi yang di dibayar dan disetor kepada pemerintah kota supaya uang – uang tersebut dapat kembali digunakan untuk pembangunan fasilitas lainnya di kawasan wisata,” pesanya.

Semua aset yang akan diserahkan ini dikhususkan kepada orang asli Papua sebagai pengelola atau pemilik aset wisata.

“Jadi, mereka yang menerima aset dari pemerintah kota ini 90% adalah masyarakat asli Port Numbay dan 10% sisanya adalah kolaborasi, ada yang kawin dengan orang luar mereka yang sudah lama disini kita juga memberikan perhatian,” pungkas Matias.

(Har)