Disdik Kota Jayapura Laksanakan Remedial Bagi Siswa Siswi SD Port Numbay

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat melaksanakan kegiatan pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa, dukungan jam pelajaran tambahan atau remedial bagi siswa-siswi port numbay tingkat SD.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Debora B. Rumbino, di aula SD Negeri Inpres Kotaraja, Rabu (2/3/2022).

Siswa-Siswi yang dilibatkan dalam kegiatan ini sebanyak 80 orang yang merupakan perwakilan dari Sekolah Dasar (SD) yang ada di distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan distrik Muara Tami semuanya adalah anak-anak asli Port Numbay.

Debora kepada Teraspapua.com menegaskan, remedial dilaksanakan setelah pembelajaran di sekolah selesai. Kegiatan ini dibiayai oleh dana otonomi khusus.

“Sisa siswi, apabila mengikuti kegiatan ini diharapkan sehat, jika tidak harus dilaporkan karena kita masih dalam kondisi panik Covid-19,” ucap Debora.

Untuk para kepala sekolah dan guru pendamping kata Debora, setiap saat untuk mengecek anak-anak saat mengikuti kegiatan ini.

Bagi para narasumber, Debora harapkan untuk mendukung kegiatan ini , apa yang kita lakukan menjadi berkah untuk kita semua.

“Anak-anak ini akan menghadapi ujian, dibutuhkan dukungan semua pihak sehingga anak-anak kita berhasil,” ujarnya.

Jadi, harus kita gamleng dari saat ini dan jika mereka mendapatkan jurusan IPA maka dari awal kita sudah bekali, ” sambung Debora.

Sehingga jika lanjut ke bangku kuliah, mereka tidak mengalami kesulitan,”tandasnya.

Sementara ditempat yang sama Ketua Panitia, Elen Montolalu, S, Pd, M, Pd dalam laporan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik, khususnya siswa-siswi kelas VI Port Numbay. Hal ini dilakukan agar peserta lebih siap menghadapi ujian sekolah tahun pelajaran 2020/2021.

“Kegiatan dilaksanakan dua kali seminggu, yakni hari Kamis dan Jumat selama 10 kali pertemuan,” kata Ellen.

Peserta berjumlah 92 orang terdiri dari 80 siswa sebagai peserta dan 12 guru sebagai tutor atau narasumber.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan penugasan,” tukas Ellen Montolalu.

(Har)