Jayapura, Teraspapua.com – Ratusan guru PAUD se-kota Jayapura mengikuti Workshop Story Telling dan Public Speaking, untuk mengasa cara berbicara dengan baik di depan peserta didik.
Kegiatan itu berlangsung di gedung sian soor dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM, Senin (28/3/2022).
Pembicara adalah salah satu dosen perguruan tinggi Jakarta, Kornelia Johana Dacosta,S, IKom., M. IKom.
Wali kota Tomi Mano saat memberikan sambutan mengatakan, kegiatan ini belum terlambat, saya meletakkan dasar dan pondasi yang kuat untuk mencetak generasi-generasi emas Papua khususnya di kota Jayapura.
“Ini kita hanya mengisi, karena saya lihat guru-guru PAUD dan TK mereka hebat-hebat, tidak gugup dan grogi,” akui Tomi Mano.
Kegiatan ini tentu untuk melatih para guru, bagaimana bercerita, dan berkomunikasi dengan baik secara profesional.
Sebagai Wali Kota Jayapura dua periode Benhur Tomi Mano mengaku sangat ker dengan pendidikan.
“Kalau kita mau mencetak generasi anak-anak Papua yang cerdas dimulai dari guru yang cerdas pula dan pintar serta hebat,” ujar Tomi Mano.
Bahkan dalam kepemimpinanya, lima tahun pertama kelulusan 100%, baik SD, SMP, SMA dan SMK. Tahun ini juga 100%, karena kota Jayapura merupakan barometer pendidikan di tanah Papua, ini harus dijaga dan dipertahankan.
“Kota Jayapura adalah chance of again di Papua, pusat perubahan, peradaban dan pemerintahan dan manusia. Kota Jayapura menjadi wajahnya Papua bagi Indonesia dan kita tetap nomor satu,” cetusnya.
Tomi Mano mengatakan, para guru PAUD dan TK yang hebat di kota Jayapura. Kendati begitu saya mau setelah anak-anak lulus dari TK dan PAUD mereka bisa membaca dan menulis, mengenal angka dan mengenal huruf.
Ditempat yang sama, Bunda PAUD Kota Jayapura, Kristhina R. I Luluporo, S, IP, M, AP mengatakan, pendidikan yang merdeka belajar merupakan program penting pemerintah.
“Konsep merdeka belajar sendiri terdiri dari tiga komponen yaitu, komitmen terhadap tujuan mandiri dalam menentukan pilihan cara belajar dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. Untuk mewujudkan program ini dibutuhkan guru yang merdeka belajar,” ujarnya.
Kualitas dan profesional seorang guru menjadi syarat mutlak sebuah pembelajaran dengan penuh makna, akan menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan bermuara pada output siswa yang berkualitas pula.

Menurutnya, untuk bisa berkualitas, dibutuhkan nilai dan dukungan dari pada para pengangkut pemangku kepentingan. Untuk meningkatkan nilai diri, seorang guru juga harus senantiasa mengembangkan dirinya sendiri
“Salah satu soft skill yang dapat meningkatkan nilai diri seorang guru, terutama guru Pendidikan Anak Usia Dini adalah kemampuan story telling dan public speaking,” cetusnya.
Guru PAUD dituntut untuk berinteraksi aktif dengan peserta didik, dan wajib mempunyai kemampuan public speaking agar apa yang disampaikan dapat dipahami dan menyatu bersama para peserta didik,” lanjut Kristhina.
Kegiatan ini lanjut Ketua TP PKK Kota Jayapura itu, bertujuan untuk membekali para guru PAUD soft skill dan story telling yaitu tentang bagaimana berbicara dengan baik menarik mudah dipahami oleh peserta didik.
“Membekali para pendidik PAUD tentang bagaimana membuat bahan ajar yang relevan dan menarik yang dapat dijadikan media untuk melakukan story telling bagi peserta,” ucapnya.
Kemudian sambung Kristhina, membekali pendidik PAUD soft skill public speaking yaitu bagaimana menyampaikan sesuatu kepada orang lain terutama kepada peserta didik secara baik, terstruktur, menarik dan bermakna,” pungkas anggota DPR Papua itu.
(Har)








