Jayapura, Teraspapua.com – Menikmati kopi di kedai kopi atau coffee shop kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kota Jayapura, Provinsi Papua, mulai anak muda hingga orang tua, bahkan kaum perempuan.
Sejalan dengan kian tumbuhnya penikmat kopi, kedai “ Meja Kopi” hadir tentu untuk melengkapi sederatan café-café yang berjejeran di kawasan bisnis Ruko Dok II.
Bagian kedai “Meja Kopi”, juga tidak kalah menarik dari café lain. Suasana ruangan yang begitu natural bakal membuat pengunjungnya semakin adem dan betah berlama-lama di Kedai Meja Kopi.
Nuansa temaram dengan balutan tembok putih. Pandangan, melihat kondisi kedai. Mata menyapu segala penjuru, khususnya menyaksikan penataan dengan kursi dan meja – meja tinggi yang tertata rapi.
Dalam ruangan yang mengusung warna cerah di tampilannya, tempat ngopi ini menyajikan suasana yang sejuk, cahaya lampu dan pantulan foto dan penataan beberapa bungkusan kopi, mesin pembuat kopi seperti Espresso Machine, Grinder dan kettle yang tertata rapi di atas meja.
Meja Kopi dengan baristanya Mr. Dinda, pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini mengkisahkan awal mula menggeluti usaha kedai kopi yang tentu berawal dari Kampus USTJ Jayapura.
“Kami berawal dari Kampus USTJ Jayapura yang nama awalnya adalah “Bangku Taman”, memula kedai Kopi dari awal tahun 2019,” tutur Mr. Dinda kepada Teraspapua.com, Kamis (29/9/2022).
Lanjut Mr. Dinda, di tahun 2020 Covid 19 mulai merebak di seluruh Indonesia termasuk kota Jayapura, Kedai Bangku Taman yang menghimpun anak muda Papua ini pindah ke Abepura.
Selanjutnya dikisahkan, awal Februari 2021 “Bangku Taman” mulai ekspansi ke kawan bisnis Ruko Dok II, dan berkolaborasi dengan Resto “Ok Kaka”. nama kedai pun berubah yang berevolusi dari Bangku Taman menjadi “Meja Kopi”.
“Kedai “Bangku Taman” terinspirasi dari nama Band Indie Asal Yogyakarta di tahun 90-an, kumpulan anak-anak warican dan dengan nama Bandnya adalah “Bangku Taman”. Terang Mr. Dinda.
Kemudian lanjut Mr. Dinda, kami berevolusi menjadi “Meja Kopi”. Jadi nama meja kopi sendiri terinspirasi dari lagunya Gigi dengan judul meja ini. yang ditulis liriknya oleh Sheila On 7.
“Meja Kopi, saya pribadi berkolaborasi dengan adik Lita Numberi. jadi Ini project kolaborasi kami di Ruko II,” jelas dia.
Untuk menjamu para penikmat, Meja Kopi menyajikan kopi arabika maupun robusta dari Papua. Kalau robustannya dari Ambaiduri Serui sedangkan Arabika dari Pegunungan. Jadi fleksibel dari stok Green mindset ada di kedai kami.
Kembali diungkapkan, Meja Kopi berada di ruko Dok II, sejak 12 Februari 2021 sampai sekarang berarti kira-kira 1,5 tahun.
Kehadiran Meja Kopi dengan best sellernya “Batas Senja” senja itu Amerikano dengan kental manis, Mengapa namanya batas senja kami percaya bahwa pertemuan itu hanya menghadirkan rindu yang baru,” lugasnya.
“Namanya batas senja itu best seller kami yang pertama, mungkin berikut kami punya Mr Dinda” imbuhnya.
Ketika ditanya berapa omset per hari Mr. Dinda mengakui dan percaya, bahwa mereka bukan pebisnis, awalnya kami adalah interpreneur yang melakukan apa yang kami cintai.
“Jadi, puji Tuhan bahwa kami merasa bahwa mengalami pertumbuhan, benar-benar mengalami pertumbuhan dan kami beruntung banyak pelanggan yang loyal dan terus tumbuh sampai sekarang,” akui pria kulit saomatang itu.
Kami percaya, bahwa kopi selalu ditemukan oleh pemiliknya ibarat kopi adalah rumah pasti orang akan kembali.
dan kami pun percaya bahwa coffee shop lainnya itu adalah keluarga, dan kami tidak merasa bahwa itu bagian dari kompetitor tapi justru banyaknya coffee shop yang ada malah justru semakin membudayakan orang untuk minum kopi.
“Pagi yang sempurna adalah pagi dengan serumput kopi. Dia pun menambahkan Meja Kopi memang terbuka juga untuk kelas basic barista sama mungkin ke depan kami juga terbuka untuk basic roasting.
Jadi bawa ilmu pengetahuan itu memang harus dibagikan dan menyimpan ilmu pengetahuan itu hanyalah dengan belajar bersama, berbagi ilmu pengetahuan dan cara terbaik untuk belajar.
Mr. DInda menambahkan, teman-teman yang tergabung dan membantu dalam memajukan Meja Kopi ini tentu adalah keluarga dan bukan karyawan.
“Saya selalu bilang bahwa itu keluarga, bahkan saya berkolaborasi dengan perempuan Papua, bawa perempuan Papua bukan hanya sebatas jadi ibu mereka adalah tuan, mereka adalah inspirasi sesungguhnya,” papar barista Meja Kopi ini.
“Jam buka bersamaan dengan Resto Oke Kaka dari jam 08.00 Wit pagi close order di jam 11.00 Wit, idealnya close order di jam 11.00, pelanggan Meja Kopi adalah pelanggan yang suka ngobrol sehingga kadang suka larut dan tutup mungkin di jam 12.00 atau jam 01.00 Wit,” tutup Mr. Dinda.
(Har/Red)







