<

Pemandu Wisata Outbound Diberi Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi

Penabuhan tifa oleh Asisten dua Setda Kota Jayapura. Ir. B. Widi Hartanti dan Sekretaris Dinas Pariwisata, Erid Rumansara, S. Par sebagai tanda pelatihan dimulai

Jayapura, Teraspapua.com – Guna meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pemandu wisata buatan atau outbound agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang eksperiential. Pemerintah Kota Jayapura, melalui Dinas Pariwisata setempat menggelar pelatihan pemandu wisata outbound, Kamis (24/11/2022).

Pelatihan tersebut dibuka dan ditandai dengan penabuhan tifa serta penyematan tanda peserta oleh Asisten dua Setda Kota Jayapura bidang pembangunan dan perekonomian. Ir. B. Widi Hartanti di Hotel Maxone Distrik Jayapura utara.

Turut hadir, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jayapura. Erid Rumansara, S. Par mewakili Kepala Dinas, Matias Benoni Mano,S, Par. M, KP.

“Permainan outbound, baik individu maupun kelompok adalah untuk mengisi liburan juga bermanfaat sebagai sarana yang dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakan tim atau tim boulding,” kata Widi Hartanti saat membacakan sambutan tertulis Pj Wali Kota, Dr. Frans Pekey, M, Msi.

Ketua panitia Felson Mambrasar S. Sos, M.Si saat membacakan laporan

Pelatihan outbound bertujuan untuk memberi pemahaman kepada peserta pelatihan agar dalam melaksanakan tugas sebagai pemandu, mengetahui dampak atau resiko yang dapat terjadi terhadap wisatawan sehingga dapat diminimalisir.

“Pada saat ini kegiatan wisata outbound menjadi objek wisata yang banyak diminati, sehingga menjadi peluang dalam membangun kepariwisataan di Indonesia bahkan tidak menutup kemungkinan di kota Jayapura yang memiliki tempat-tempat wisata yang masih sri,” ujar Widi Hartanti

Serta menjadikan salah satu alasan mengapa wisata outbound mendapat perhatian pemerintah melalui Dinas Pariwisata Kota Jayapura,” tambah dia.

Lebih lanjut dikatakan, potensi wisata outbound harus disikapi baik oleh setiap pelaku wisata dalam rangka pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, destinasi wisata di kota Jayapura lebih dominasi oleh pantai-pantai, belum banyak terdapat tempat-tempat outbound.

Kami berharap, melalui pelatihan pemandu wisata outbound, tentu motivasi kita semua dalam menciptakan dan mengembangkan potensi pariwisata melalui wisata outbound. “Peran dan partisipasi kita semua sangat diperlukan dalam mewujudkan harapan tersebut,” tandansya.

Widi Hartanti juga menambahkan, pelaksanaan pelatihan bukan merupakan pelatihan biasa saja, tetapi lebih diharapkan membentuk komitmen dalam satu komunitas untuk membangun wisata outbound di Kota Jayapura.

“Melalui kegiatan pemandu wisata outbound ini, peserta dapat dilatih untuk menjadi pemandu wisata yang memiliki potensi yang mumpuni dan memiliki karakter baik dan jujur,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua panitia Felson Mambrasar S. Sos, M.Si yang juga Kepala Bidang Pemasaran DInas Pariwisata Kota Jayapura menyebutkan, pelatihan pemandu outbound bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi, fase agar dapat memenuhi SKKNI bidang pemanduan outbound atau fasilitator atau eksperiential.

Peserta Pelatihan

“Sasaran yang harus dicapai dari pelatihan ini, peserta mengetahui dan memahami bagaimana merencanakan dan melaksanakan pemanduan kegiatan wisata outbound,” ungkapnya.

Selain itu kata Felson, peserta dapat mengetahui dan memahami bagaimana menangani resiko dalam kegiatan.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari dari Kamis 24 hingga Sabtu 26 November 2022,” tutup Felson.