Jayapura, Teraspapua.com – Penamatan dan pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Jayapura tahun pelajaran 2022-2023 berlangsung meriah.
Kegiatan yang bertemahkan” Kesempatan itu Sebanyak Bintang, Raihlah yang Paling Terang Untuk Masa Depan” menjadi pijakan bagi 357 siswa yang lulus 100% untuk melangkah dan berjuang di jenjang berikutnya.
Tarian nusantara gabungan siswa dari berbagai daerah menjadi tarian pembukaan acara, disusul sejumlah tarian dari peserta didik kelas VII dan VIII, tarian selamat datang yang juga dipersembahkan oleh peserta didik kelas VIII asal Aceh kemudian tarian pelajar Pancasila gabungan nusantara.
Tapi juga tampil grup musik akustik anak kampung dan ditutup dengan penampilan daram musical yang turut menyitah perhatian peserta didik kelas IX, orang tua dan tamu undangan yang hadir memenuhi gedung acara Hotel Suni Abepura, Jumat (9/6/2023), sebelum sesi acara penamatan dan pelepasan oleh kepala sekolah.
Pada kesempatan tersebut sekolah dalam hal ini dua orang perwakilan guru disaksikan kepala sekolah menyerahkan peserta didik yang tela lulus kepada dua perwakilan orang tua siswa. Sekolah juga mengumumkan 3 peringkat kelas Kelas dan 10 terbaik nilai sekolah.
“Hari ini kami SMP Negeri 2 Jayapura melepaskan anak-anak kita yang berjumlah 357 siswa,” terang Kepala Sekolah Dorthea Carolien Enok,SPd kepada Teraspapua.com usai acara penamatan.
Lanjut Dorthea Carolien berpesan kepada bapak Ibu orang setelah anak-anal ini kami lepaskan, harapan kita bahwa anak-anak ini akan meraih cita-cita yang lebih tinggi, karena ini bukan akhir dari semua yang sudah mereka lakukan.
“Tetapi ini adalah awal untuk anak-anak mencapai kesuksesan, sebagaimana tema pada momen ini yaitu “Kesempatan itu Sebanyak Bintang, Raihlah yang Paling Terang Untuk Masa Depan”
Kesempatan itu banyak seperti bintang tetapi kita berharap anak-anak SMPN 2 yang lulus ini akan meraih bintang yang paling terang untuk masa depan mereka,” imbuhnya.
Kami berdoa semoga anak-anak kita bisa sukses di masyarakat, bangsa dan negara terutama untuk kota Jayapura. Dortea juga menyebutkan, pasca Covid-19 anak-anak ini belajar seperti biasa, tatap muka, tetapi dalam sisitim aplikasi yang kami SMPN2 lakukan yaitu apliaksi learning.
“Jadi dalam proses belajar mengajar mereka menggunakan sistem aplikasi itu, tetapi tahun ini kami murni tatap muka seperti yang dilakukan oleh sekolah lain,” ujarnya.
Kami bersyukur bahwa sekolah bisa meluluskan siswa tahun ajaran 2022/ 2023 di era masa pandemi covid semuanya dalam keadaan baik dan sehat.
“Selama kurung waktu 3 tahun ada suka dan duka kami para guru alami, disisi lain bagian itu adalah tugas kami,” akuinya.
Bahkan ujarnya, pihaknya menyampaikan kepada orang tua bahwa tugas guru akan kami lakukan sebagaimana komitmen bersama, bahwa kami adalah tenaga pendidik, pengajar kami juga akan membina anak-anak bapak ibu.
Tapi disisi lain sebagai manusia kami juga terbatas, untuk itu yang bagian orang tua kami berharap orang tua bisa melakukan tugasnya semaksimal mungkin,” jelasnya.
Seperti hal mengantarkan anaknya untuk mengikuti ujian, jangan lagi guru yang memanggil, tapi orang tua harus berkomitmen bawa ujian ini sangat penting bagi anak.
“Jadi suka duka yang kami alami di SMP 2 itu banyak, bahkan kadang-kadang siswa tidak mau ikut ujian, dengan alasan sakit dan lain-lain, terpaksa bapak Ibu guru harus jemput ke rumah,” tutur Dorthea.
Kendati begitu kata Dortea, tidak mengurangi dan tidak mematahkan semangat bapak ibu guru, tapi kami tetap optimis bahwa inilah tugas sebagai tenaga pendidik, pengajar di kota Jayapura.
Sebagai guru akui Dorthea, kami banyak melakukan kesalahan, tetapi itulah tugas yang bisa kami lakukan yang menjadi tanggung jawab dan itu telah dilakukan dan bagian itu bisa juga dikatakan kurang sempurna tetapi itulah yang bisa bapak ibu guru berikan.
Dorthea menyebutkan jumlah siswa kelas IX sesungguhnya 358 orang tetapi dalam perjalanan kami boleh menyelesaikannya dan hanya tinggal 357 siswa.
“Bagian itu menjadi catatan bagi kami bahwa di tahun pelajaran baru, nanti kami berharap kalau sekolah menerima jumlah siswa seperti itu, maka jumlah itu juga harus lulusan semuanya,” terangnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid dalam sambutan tertulus yang dibacakan staf Bidang Pembinaan SMP, Eni Kusrini mengatakan, penantian yang telah dinanti-nantikan hari ini telah terwujud melalui proses penggemblegan selama pelaksanaan pembelajaran serta kegiatan-kegiatan peminatan di sekolah.
“Pelaksanaan pembelajaran dari kegiatan-kegiatan peminatan di sekolah menjadi bagian dari yang tak dapat dipisahkan, hari ini anak-anak kita akan mendengarkan hasil yang telah Ia usahakan selama menjadi siswa-siswi di SMPN 2 Jayapura,” ujar Eni Kusrini.
Dia juga sangat mengapresiasi kerja keras dari kepala sekolah serta staf dewan guru, tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas dan kewajiban untuk mendidik dan membina anak-anak kita, calon penerus bangsa kedepan dengan tingkat kesulitan masing-masing.
“Anak – anak ini adalah kebanggaan bagi orang tua kalian, bagi sekolah, masyarakat dan negara, kejarlah cita-cita kalian dalam segala bidang yang kalian geluti melalui perjuangan dan tekat yang luar biasa untuk berkompetensi akademik maupun non akademik,” pesannya.
Saya juga ingin menekankan, kalian semua anak-anak hebat bahwa saat ini kalian juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan melalui karakter di keluarga, sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.
(Har)








