<

Kampung Nafri Juara Turnamen Sepak Bola Antar Kampung di Port Numbay

Jayapura, Teraspapua.com – Turnamen sepak bola antar Kampung, dalam rangka HUT Kota Jayapura ke 114 dan Pekabaran Injil di Tanah Tabi akhirnya selesai diselenggarakan, setelah pertandingan terakhir  memperebutkan juara I, II dan III, yang berlangsung di Stadion Mandala, Rabu (13/3).

Turnamen yang bertujuan untuk menggali potensi pesepakbola muda ini, secara resmi ditutup Penjabat (Pj). Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi, usai partai final antara kesebelasan Kampung Nafri yang mengendaskan perlawanan kesebelasan Kampung Yoka, di babak adu penalty.

Robby Kepas Awi Pada kesempatan ini mengatakan, turnamen ini diikuti oleh kampung-kampung yang ada di kota Jayapura, dengan batas usia di bawah 23 tahun.

“Diberikan batasan usia, karena kita ingin mengakomodir potensi anak-anak muda, untuk masuk ke club-club bola yang ada di kota Port Numbay,” ucap Robby Awi.

Selain itu dikatakan, meskipun turnamen yang sudah dua kali dilaksanakan selesai, namun para pemain diminta untuk terus berlatih dan tetap menjaga kesehatan. Sehingga nantinya bisa diakomodir di club bola yang di kota Jayapura.

“Terutama di club kebanggaan kita Persipura dan juga di club bola yang lain. Maka harus terus berlatih.” Tandasnya.

Dirinya berharap kedepannya, kampung-kampung yang belum berpartisipasi, untuk dapat mengambil bagian dalam turnamen-turnamen seperti ini, karena merupakan bagian dari pemberdayaan pemuda di  kampung.

Robby Awi meminta, agar kepala-kepala Kampung juga terus memberikan dukungan kepada club bola yang ada di kampung masing-masing.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Jayapura, Rocky Bebena selaku ketua panitia mengatakan, turnamen ini merupakan wadah bagi anak-anak kampung untuk menunjukkan potensi.

Rocky menyebutkan, kedepannya direncanakan akan ada kepelatihan sepak bola di tiap-tiap kampung.

“Sehingga mereka yang menjadi pelatih tim bola di kampung, bukan hanya melatih karena pengalaman. Tetapi karena ada lisensi kepelatihan.” Ujarnya.

Lanjut dikatakan selama turnamen ini berlangsung, pihaknya juga meminta pelatih sepak bola Pon Papua, untuk memantau setiap pemain yang diharapkan bisa direkrut untuk menjadi pemain profesional.

“Masih ada kesempatan sampai bulan September. Untuk itu kita harapkan, ada penambahan pemain untuk tim PON Papua dari turnamen ini.” Pungkas Bebena.

Untuk diketahui, Tim Kampung Nafri keluar sebagai juara I, setelah mengalahkan Kampung Yoka di final. Sedangkan tim Kampung Kayu Batu barhasil meraih juara III, setelah mengandaskan perlawanan Kampung Injros.

Untuk juara I, panitia memberikan Medali, Piala Bergilir, Piala Tetap dan uang pembinaan sebesar 20 juta rupiah.

Sementara untuk juara II dari Kampung Yoka, menerima uang pembinaan sebesar 15 juta rupiah, Kampung Kayu Batu di tempat ke III, menerima 10 juta rupiah dan Kampung Injros 7 juta rupiah.

Untuk pemain terbaik diberikan kepada Daud Sembra dari Tim Kampung Injros. Sedangkan Top Skor diraih Yason Deda dari Tim Kampung Yoka.

(elo)