<

DPRD Usulkan 3 Nama Pj Wali kota Jayapura Ke Mendagri, Robby K. Awi Rekomendasi Terbanyak

Jayapura, Teraspapua.com- Berlangsung di ruang rapat lantai tiga, pimpinan dan segenap bapa ibu anggota Dewan melakukan rapat Pleno untuk memutuskan nama calon Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura.

Sebelumnya dilakukan rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk penetapan jadwal kegiatan Dewan, kemudian pimpinan Dewan kembali rapat dengan lima pimpinan fraksi.

Rapat  dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Joni Y. Betaubun, SH, MH didampingi Wakil Ketua II, Silas Youwe, Rabu (27/3/2024) malam.

Pantauan media ini, dalam rapat pleno tersebut seluruh fraksi di DPRD Kota Jayapura hadir dan mengusulkankan calon masing-masing. Pasalnya masa jabatan Pj Wali Kota akan berakhir pada tanggal 27 Mei mendatang.

“DPRD kota Jayapura hari ini melakukan rapat sebanyak tiga kali, jam 10 pagi rapat Bamus penetapan jadwal Dewan, kemudian pukul 15.00 Wit pimpinan Dewan rapat dengan lima pimpinan fraksi terkait dengan calon Pj Wali Kota Jayapura, selanjutnya malam ini tepat pukul 21.00 Wit melakukan rapat Pleno yang dihadiri oleh 22 anggota DPRD Kota Jayapura yang di dalamnya lima fraksi,” kata Wakil Ketua II DPRD Kota Jayapura, Silas Youwe kepada wartawan.

Menurut Silas Youwe masing-masing fraksi mengusulkan dua nama. Dari lima fraksi mengusulkan Penjabat Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi, Debora Salossa dari Pemprov Papua, Ricky Ambraw Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua dan Kadis BP3AKB, Betty A. Pui.

“Jadi Pj Sekda Robby Kepas Awi mendapatkan 4 rekomendasi dari 4 fraksi, Debora Salossa 3 rekomendasi dari 3 fraksi dan Ricky D. Ambraw  ada di urutan tiga,” kata Silas Youwe.

Sehingga lanjut Youwe, tiga nama tersebut terakomodir dalam usulan Dewan yang akan dibawa kepada Mendagri,” tandasnya.

Sementara Akhmad Sujana dari Fraksi Golkar menambahkan, usulan dari Fraksi Golkar, dua nama yaitu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Ricky Douglas Ambraw dan Bety Pui.

“Keduanya kami pilih, karena sudah layak untuk diajukan, dari segi kepangkatan dan golongannya sudah memenuhi syarat, begitu juga sepak terjang dalam birokrasi,” ungkapnya.

Sementara dari Fraksi PDI Perjuangan Mukri M. Hamadi juga mengatakan, nama – nama yang telah di usulkan sesuai dengan perintah Mendagri sehingga DPR sudah melakukan tugasnya untuk diplenokan, tinggal persetujuan administrasi.

“Kalau merujuk pada surat Mendagri, kita harapkan kalau adminiatrasi selesai maka kita bawah sebagai usulan dari daerah,” ujarnya.

Dikatakan, DPRD telah menggunakan kewenangannya dan bagian dari sebuah tahapan proses penyelenggaraan pemerintahan, yang dalam arahan Mendagri disebutkan bahwa saudara Pj Wali Kota yang sekarang, Frans Pekey dua tahun menjabat, diharapkan tidak diusulkan kembali.

Sehingga pada kesempatan ini kami dari Fraksi PDI Perjuangan dan pimpinan serta semua anggota DPRD kota Jayapura berterima kasih kepada kerja-kerja dan pelayanan yang dilakukan Frans Pekey selama 2 tahun dan sukses menurunkan inflasi, menyelenggarakan pemilu dan juga mempersiapkan Pilkada dengan mempersiapkan anggaran dan sama-sama DPRD sudah ditetapkan.

“Menurut kami sudah sempurna, dan kita berharap tidak keluar dari 3 nama yang diusulkan oleh DPR sehingga betul-betul menggambarkan kehendak rakyat,” tegasnya.

Kita berharap, kalaupun itu menjadi kewenangan Presiden lewat Menteri Dalam Negeri ada kebijaksanaan dari pusat untuk tidak keluar dari tiga nama yang kita usulkan.

Masih ditempat yang sama Pares Lood Wenda dari Fraksi Nasdem mengusulkan satu nama sebagai calon tunggal yaitu Pj Sekda Robby Kepas Awi.

“Setelah kami komunikasi ke pimpinan partai dan saran dari berbagai pihak dan kami semua sepakat untuk mengusulkan Robby Kepas Awi,” terangnya.

Usulan ini kata dia, telah di sepakati dalam rapat fraksi bersama pimpinan dewan dan telah diplenokan. Dan dewan yang hadir sudah korum untuk mengambil keputusan.

Teman-teman fraksi usulkan dua nama tapi kami dari NasDem hanya mengusulkan satu nama, yang paling utama selain untuk mengawal Pilkada, tapi juga pembentukan DPRK.

Dikatakan, kenapa harus Robby Kepas Awi, karena sebagai anak asli Port Numbay dia mengerti kader-kader terbaik dari 10 kampung adat.

Sementara dari Faksi Kebangkitan Solidaritas Demokrat (KSD) La Ode Mohitu juga mengatakan setelah surat dari Mendagri dan sebelum diputuskan nama-nama PJ Walikota kami secara intern fraksi melakukan rapat.

Dan jatuhlah dua pilihan kami. Dan pimpinan dewan memberikan ruang untuk satu fraksi memilih dua nama.

“Munculan nama yang terbaik bagi fraksi Nasdem yaitu Robby Kepas Awi dan Debora Salossa.,” ungkapnya.

Menurutnya, keduanya adalah orang asli Papua yang terbaik dan juga asli Port Numbay. Jika terpilih sebagai Pj Wali Kota harapan kami mereka lebih terbaik dari yang sebelumnya.

“Robby K Awi sebagai Pj Sekda, tentu pengalaman cukup banyak dan juga lebih mengerti birokrasi begitu juga dengan Debora Salossa,” jelasnya.

Kami dari fraksi KSD berharap jika mereka terpilih sebagai Pj Wali Kota mereka bisa memperjuangkan hak-hak masyarakat asli Papua. Apalagi dalam mengelola dana Otsus,” pungkasnya.

Perlu diketahui, rapat pimpinan Dewan bersama 5 Ketua Fraksi. Ketua Fraksi Golkar Akhmad Sujana, SE. M. Si. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Mukri M. Jamadi, S. IP. Ketua Fraksi Nasdem Ibu Itaar, Ketua Fraksi BTI Sarce Soreng, S.IP. dan Wakil Ketua Fraksi KSD H. La Ode Mohitu, Sekertaris KSD Maria Pampang dan anggota Fraksi PDI Perjuangan Jakobus Ick,SE.
(Har/Ricko).