Jawab Keresahan Warga Waropen, Constant Karma Janji Bangun Jalan, RSUD, dan Perluas Beasiswa

Foto bersama masyarakat Kampung Ronggaiwa, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen dengan cawagub Constant Karma (foto istimewah)

Waropen, Teraspapua.com – Calon Wakil Gubernur Papua Nomor urut 1, Constant Karma, menyapa langsung masyarakat Kampung Ronggaiwa, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, dalam kampanye dialogis yang digelar pada Rabu (25/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Constant Karma menerima berbagai aspirasi dan keresahan masyarakat yang selama ini merasa tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi perikanan.

Aspirasi pertama disampaikan Elo Runamaga, yang menyoroti minimnya pembangunan jalan di Waropen, khususnya wilayah timur kabupaten tersebut. Ia menyebut bahwa dari periode ke periode, baik DPRD maupun bupati belum mampu merealisasikan infrastruktur jalan yang memadai.

“Kami harap, ketika Bapak nanti terpilih menjadi Wakil Gubernur Papua, tolong perhatikan masyarakat Waropen, terutama di wilayah timur yang masih sangat terisolasi,” pintanya.

Hal senada disampaikan Moses Wayoi, yang menyoroti kendala transportasi sebagai hambatan utama dalam memasarkan hasil perikanan masyarakat. Ia menyatakan, hasil tangkapan masyarakat kerap tidak bisa dipasarkan karena tidak adanya akses jalan dan jembatan yang menghubungkan distrik-distrik dengan ibu kota kabupaten.

“Kami butuh jalan dan jembatan. Itu bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi ekonomi kami. Jika nanti BTM-CK terpilih, tolong tindak lanjuti. Kami yakin, suara untuk BTM–CK di Waropen akan dua kali lipat,” ucapnya optimis.

Silviana Sapari, tokoh perempuan setempat, mengungkapkan keresahan masyarakat soal layanan kesehatan. Ia menyebut bahwa hingga kini, Waropen belum memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memadai. Akibatnya, warga harus menantang ombak dan gelombang laut hanya untuk mendapatkan layanan medis ke Yapen atau Biak Numfor.

“Kadang mau berobat pun, obatnya tidak ada. Kami terpaksa beli infus sendiri, bahkan untuk obat sederhana seperti paracetamol pun kami beli sendiri,” ungkapnya.

Silviana juga menyoroti pentingnya akses beasiswa untuk anak-anak Waropen.

“Kami mau anak-anak kami bisa sekolah hingga keluar negeri. Supaya mereka bisa jadi dokter, doktor, pilot, dan profesi lainnya yang bisa membangun kembali Waropen dari dalam,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, Constant Karma menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan menjadi prioritas utama jika ia dan Benhur Tomi Mano terpilih dalam PSU mendatang.

CK berjanji akan menekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera merancang langkah strategis dalam membangun akses penghubung antarwilayah.

“Kita akan duduk bersama Dinas PUPR untuk memastikan jalan dan jembatan yang menghubungkan distrik ke kota dapat segera dibangun. Ini penting untuk distribusi barang, hasil tani, dan perikanan agar tetap segar dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Di sektor pertanian, Constant Karma juga menyampaikan komitmennya untuk membuka lahan-lahan baru dan mencetak sawah-sawah produktif, sebagai langkah meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Menjawab keresahan di bidang kesehatan, Constant Karma menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun RSUD Waropen lengkap dengan dokter spesialis, dokter umum, serta fasilitas medis lainnya.

“Kami akan pastikan Waropen punya RS yang layak. Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kabupaten lain. Semua bisa tertangani di sini dengan dokter dan fasilitas memadai,” janjinya.

Di sektor pendidikan, ia juga berjanji akan kembali mengaktifkan program beasiswa anak-anak Papua, termasuk bagi anak-anak Waropen. Constant menyebut bahwa dirinya pernah menangani program ini sebelumnya dan telah membuktikan keberhasilannya tanpa kendala.

“Saya pernah tangani beasiswa Papua. Dan tidak ada masalah sedikit pun. Saya akan lanjutkan dan perluas program ini,” tegasnya.

Menutup dialog, Constant Karma menegaskan bahwa sektor perikanan Waropen akan mendapat perhatian khusus. Selain membuka akses distribusi hasil tangkapan, ia berjanji menghadirkan pelatihan perikanan dan kelautan.

“Kita tidak hanya akan fokus pada hasil tangkap, tetapi juga akan kembangkan sisi budaya, teknologi, dan bisnis dari sektor perikanan. Ini agar masyarakat bisa berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan serangkaian komitmen tersebut, pasangan BTM–CK berharap bisa menjawab kebutuhan nyata masyarakat Waropen yang selama ini menanti kehadiran pemimpin yang mendengar dan bekerja.

Editor: Harley | Reporter: Tim

© Teraspapua.com