Gerbong Besar dari Kaureh, Yapsi, Demta, dan Unurum Guay Tegaskan Dukungan untuk BTM-CK dalam PSU Papua

Benhur Tomi Mano saat melambaikan tangan kepada masyarakat saat hendak meninggalkan Kaureh (foto Arche/Teraspapua.com)

Kaureh, Teraspapua.com – Dukungan besar datang dari wilayah adat yang mencakup distrik Kaureh, Yapsi, Demta, dan Unurum Guay kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK).

Dukungan ini ditegaskan dalam pertemuan akbar yang berlangsung di Lapangan Kampung Sebum, Distrik Kaureh, pada Sabtu (12/7/2025), menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.

Masyarakat adat yang mendiami wilayah paling timur Kabupaten Jayapura itu menyatakan bahwa Benhur Tomi Mano bukanlah sosok asing. BTM dikenal sebagai tokoh yang memiliki kedekatan emosional dan sejarah panjang perjuangan bersama masyarakat setempat.

Salah satu tokoh adat, Robert Tusuruban, Ketua DAS Wilayah Adat IV Oktim Kaureh, menyampaikan bahwa masyarakat tidak pernah melupakan perjuangan Benhur Tomi Mano saat
wilayah Kaureh dimekarkan menjadi distrik baru.

Kala itu, BTM ditugaskan oleh Bupati Yan Pit Karafir sebagai pejabat sementara Sekwilcam dan juga Pjs Camat Kaureh. Peran itu membekas dan menjadikan BTM sebagai figur penting dalam perjalanan wilayah mereka.

“Kami masyarakat Distrik Kaureh menyatakan sikap mendukung penuh Benhur Tomi Mano sebagai Gubernur Papua bersama wakilnya, Constant Karma,” tegas Tusuruban.

Ia menjelaskan bahwa wilayah pembangunan IV Kabupaten Jayapura terdiri dari empat distrik, yakni Kaureh, Yapsi, Unurum Guay, dan Airu. Namun, karena jarak antardistrik sangat jauh dan akses yang terbatas, warga yang hadir hanya merupakan perwakilan dari masing-masing distrik.

“Meski yang datang hanya sebagian, ini membuktikan bahwa kami benar-benar mendukung BTM-CK. Kami datang bukan untuk meramaikan acara, tapi untuk memenangkan mereka,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi langsung kepada BTM. Salah satu keluhan utama adalah kondisi infrastruktur jalan dari Jayapura
menuju Kaureh yang sangat memprihatinkan.

“Kami di Kabupaten Jayapura seperti dianaktirikan. Jalan-jalan belum diaspal, bahkan ada kampung seperti Umbron yang belum tersentuh jalan dan listrik sama sekali,” ujar Tusuruban.

Ia berharap, jika BTM terpilih menjadi Gubernur Papua, perhatian khusus dapat diberikan untuk membangun jalan dari Nimbokrang hingga pusat Kecamatan Kaureh. Selain itu, masyarakat menaruh harapan besar terhadap pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang selama ini dianggap belum menyentuh langsung masyarakat kampung.

“Kami tidak ingin dana Otsus hanya dinikmati para pejabat. Dana itu harus membawa dampak nyata dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di kampung,” tegasnya.

Selain infrastruktur, bidang kesehatan dan pendidikan juga menjadi sorotan. Masyarakat meminta agar fasilitas seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) di setiap distrik ditingkatkan, serta diperhatikan pula tempat tinggal para guru untuk mendukung kelancaran pendidikan di daerah terpencil.

Dalam pertemuan itu, tokoh-tokoh adat juga menyampaikan keinginan kuat untuk pemekaran wilayah menjadi daerah otonomi baru. Distrik-distrik di wilayah pembangunan IV
seperti Kaureh, Yapsi, Demta, dan Unurumguai saat ini sedang berjuang agar bisa dimekarkan menjadi kabupaten baru. Mereka berharap BTM sebagai “anak Tabi” dapat
memperjuangkan aspirasi tersebut jika terpilih sebagai gubernur.

Perwakilan Paguyuban Nusantara, Agustus Asik, juga turut menyuarakan harapan besar terhadap pembangunan yang belum merata di wilayah mereka. Menurutnya, jalan dari
Nimbokrang hingga Kampung Sebum dalam kondisi rusak parah dan belum tersentuh pembangunan.

“Seluruh paguyuban di Kaureh berharap BTM bisa membawa perubahan nyata, khususnya dalam infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak seluruh masyarakat untuk memilih pasangan nomor urut 1, BTM-CK, yang dianggap sebagai pemimpin tepat dan berpengalaman.

“Benhur Tomi Mano adalah gubernur yang sudah terpilih pada Pilgub 27 November 2024 lalu. Hanya saja kemenangan itu tertunda karena PSU. Sekarang kita pertahankan, dan
pastikan jumlah suara kita meningkat,” serunya.

Kepala suku Mepago dan Lapago, Boi Kogoya, juga menegaskan dukungan total masyarakat gunung yang bermukim di Kaureh.

“BTM adalah orang tua kami. Beliau layak jadi gubernur untuk rakyat Papua. Kami sudah sepakat bahwa pembangunan yang kami butuhkan hanya bisa diwujudkan oleh BTM dan
Constant Karma,” kata Kogoya.

Senada, Waikele Tabuni, kepala suku Lapago, menyerukan kepada masyarakat Kaureh, Yapsi, Demta, dan Unurumguai agar tidak salah dalam memilih pemimpin.

“Benhur Tomi Mano adalah pilihan yang tepat. Kami, orang gunung di Kaureh, telah berkomitmen 100 persen suara untuk BTM-CK,” tegasnya.

(Har/Nov)