Jayapura, Teraspapua.com – Keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Papua menggelar ibadah Natal bersama sebagai momentum refleksi iman dan penguatan nilai-nilai perjuangan partai.
Ibadah Natal tersebut berlangsung di lokasi pemancingan Yoka, kediaman Komarudin Watubun, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025), dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Pemasangan lilin Natal mengawali ibadah tersebut.
Ibadah Natal ini dihadiri Ketua Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Komarudin Watubun, Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Benhur Tomi Mano, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Papua, serta Bupati Waropen FX Mote.
Kehadiran para pimpinan partai dan kepala daerah tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan serta nilai persaudaraan dalam keluarga besar PDI Perjuangan di Tanah Papua.
Ibadah dipimpin oleh Wakil Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Handry W. D. Kakiay, S.Th, yang menyampaikan refleksi Natal berdasarkan Firman Tuhan dari Injil Matius 4:16. Dalam khotbahnya, Pendeta Handry menekankan bahwa peristiwa Natal merupakan bukti nyata kehadiran Allah dalam sejarah kehidupan manusia, termasuk dalam tatanan sosial dan pemerintahan dunia.
Ia mengatakan, kelahiran Yesus Kristus terjadi di tengah situasi ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan penindasan, di mana penguasa pada masa itu memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki.
Dari peristiwa tersebut, Alkitab menunjukkan solidaritas dan kepedulian Allah yang begitu besar terhadap manusia, khususnya mereka yang kecil, lemah, dan tertindas.
“Natal adalah tanda bahwa Allah peduli kepada orang-orang kecil, kepada mereka yang hidup dalam penderitaan dan ketidakadilan,” ujar Pdt. Handry dalam refleksinya.
Ia juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan yang hadir untuk memaknai Natal tidak hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai momentum refleksi spiritual atas peran dan tanggung jawab sebagai insan politik. Menurutnya, politik yang dijalankan harus berpihak kepada keadilan, menolak penyalahgunaan kekuasaan, dan berdiri bersama mereka yang tertindas.
“Orang yang hidup dalam terang akan memperjuangkan keadilan dan tidak membiarkan kekuasaan disalahgunakan. Spirit itulah yang seharusnya hidup dalam setiap insan politik,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Komarudin Watubun menegaskan bahwa nilai utama PDI Perjuangan adalah keberpihakan kepada wong cilik, atau rakyat kecil. Ia mengingatkan bahwa sebagai manusia, siapa pun bisa tergoda untuk menjadi sombong setelah memperoleh jabatan atau kekuasaan, namun hal tersebut harus dihindari.
“Kalau sudah diberi kepercayaan, jangan sombong. Hidup ini ada naik dan turun. Tidak ada yang abadi selain kebaikan,” kata Komarudin.
Sebagai Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua Mahkamah Partai, Komarudin mengakui bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar dan penuh tanggung jawab moral. Ia mengajak seluruh kader partai untuk menjaga sikap rendah hati dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian, bukan alat untuk membanggakan diri.
Ia juga menyambut baik pesan spiritual yang disampaikan oleh pendeta dalam reflekasi Natal, seraya menegaskan bahwa perjuangan politik harus dilandasi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang kuat.
Menurutnya, ibadah Natal bersama ini menjadi momentum awal yang baik untuk membangun semangat baru bagi PDI Perjuangan Papua ke depan.
Komarudin berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, bahkan melibatkan seluruh wilayah Papua, sebagai upaya mempererat persaudaraan dan menjaga kesatuan budaya Orang Papua.
“Kita boleh berbeda wilayah administrasi, tetapi Orang Papua harus tetap satu dalam kesatuan budaya dan persaudaraan,” tegasnya.
Komarudin Watubun pada kesempatan itu menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember 2025 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh umat Kristiani dan masyarakat Papua.
Ia berharap semangat Natal dapat menjadi spirit bagi seluruh umat manusia untuk terus menolong sesama, membela yang lemah, serta hadir bagi mereka yang menderita.
“Semoga Natal memberi terang dan kekuatan bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” pungkasnya.
(Veb/Sand)














