Polres Biak Gelar Apel Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Fokus Disiplin dan Tekan Angka Laka Lantas

Biak, Teraspapua.com – Polres Biak Numfor melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Cartenz Polda Papua Tahun 2026 di Lapangan Apel Polres Biak, Senin (02/02/2026).

Apel ini menandai dimulainya operasi yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Dalam apel tersebut, sambutan tertulis Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, dibacakan oleh Kompol M. Rumbrapuk yang mewakili Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.

Kapolda Papua dalam amanatnya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan 2026 dilaksanakan serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif menjelang perayaan Bulan Suci Ramadan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama tahapan gugatan Pemilu di Mahkamah Konstitusi yang sedang berlangsung.

Operasi Keselamatan Cartenz 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman. Penegakan hukum tetap dilakukan secara humanis, didukung penggunaan tilang elektronik (ETLE) statis maupun mobile serta blangko teguran.

Berdasarkan data perbandingan Operasi Zebra Cartenz Polda Papua tahun 2024 dan 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan. Tilang pada 2024 tercatat480 pelanggar, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 729 pelanggar atau naik 50 persen. Teguran juga meningkat dari 11.982 pelanggar pada 2024 menjadi 13.856 pelanggar pada 2025 atau naik 15 persen.

Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren penurunan. Pada 2024 tercatat 98 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2025 turun menjadi 49 kasus. Korban meninggal dunia menurun dari 8 orang pada 2024 menjadi 4 orang pada 2025. Korban luka berat turun dari 55 orang menjadi 24 orang, dan luka ringan dari 97 orang menjadi 36 orang. Kerugian material juga menurun dari Rp230.850.000 pada 2024 menjadi Rp198.400.000 pada 2025.

Adapun sejumlah faktor penyebab kecelakaan lalu lintas antara lain pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta melawan arus.

Kapolda Papua menegaskan bahwa permasalahan lalu lintas yang kompleks tidak dapat ditangani oleh Polantas semata, melainkan membutuhkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Operasi ini menargetkan peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, penurunan angka fatalitas korban kecelakaan, serta berkurangnya pelanggaran lalu lintas. Sasaran operasi meliputi pengendara roda dua dan roda empat, pejalan kaki, pengemudi angkutan umum, hingga kelengkapan administrasi kendaraan seperti SIM, STNK, TNKB, penggunaan helm standar SNI, serta penindakan terhadap knalpot tidak sesuai spesifikasi dan kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel).

Selain itu, lokasi sasaran meliputi jalan raya, pusat keramaian, objek wisata, pelabuhan, bandara, pasar, terminal, hingga lingkungan sekolah. Kegiatan operasi mencakup deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan, sosialisasi tertib berlalu lintas, ramp check bersama instansi terkait, patroli di titik rawan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Kapolda Papua juga menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan disiplin, menjaga keselamatan dalam bertugas, membangun sinergi dengan stakeholder, serta mengedepankan sikap humanis melalui senyum, sapa, dan salam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas semakin meningkat dan situasi keamanan menjelang Ramadan tetap terjaga aman dan kondusif.

(HDK)