Bupati Sorsel Petronela Krenak Terpilih Pimpin FGM GKI Papua, Ajak Generasi Muda Bersatu Songsong Indonesia Emas 2045

Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak bersama tiga kandidat lain (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Penatua sekaligus Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, resmi terpilih sebagai Ketua Forum Generasi Muda (FGM) GKI se-Tanah Papua setelah meraih suara terbanyak dalam proses pemilihan yang digelar pada 27 Februari 2026.

Dalam pemilihan tersebut, terdapat empat kandidat yang maju. Petronela Krenak berhasil memperoleh 43 suara dari total 67 pemilih, sekaligus mengungguli kandidat lainnya dan dipercaya memimpin organisasi kepemudaan gereja tersebut.

Dalam pernyataannya, Krenak menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya pribadi merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada hari ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan hanya sebuah jabatan, melainkan panggilan pelayanan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam membina dan mempersiapkan generasi muda gereja.

Sebagai ketua terpilih, Krenak mengajak seluruh generasi muda di lingkungan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk bersatu dan memperkuat sinergi dalam membangun organisasi.

“Saya mengajak seluruh generasi muda GKI di Tanah Papua untuk bersatu, bersinergi, dan bersama-sama memajukan forum ini dalam persekutuan anggota muda,” katanya.

Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk dalam menyiapkan diri menuju masa depan bangsa yang lebih maju. Ia menyebut FGM GKI sebagai wadah penting dalam proses pembinaan tersebut.

“Kita harus bergerak bersama menuju peradaban kedua, sekaligus menyiapkan generasi muda GKI agar siap menyambut Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Di sisi lain, Krenak juga mengakui bahwa peran ganda yang diembannya sebagai kepala daerah di Kabupaten Sorong Selatan dan sebagai ketua organisasi kepemudaan gereja menjadi tantangan tersendiri.

Namun demikian, ia optimistis mampu menjalankan kedua tanggung jawab tersebut secara seimbang.

“Ini memang tantangan yang berat, tetapi saya percaya dengan pertolongan Tuhan saya bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga tidak mengganggu tugas sebagai bupati maupun sebagai ketua FGM,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya manajemen waktu serta dukungan tim dalam menjalankan tugas organisasi yang memiliki cakupan wilayah luas di Papua.

“Saya percaya Tuhan akan memberikan kekuatan, kesehatan, dan hikmat. Bersama rekan-rekan yang akan mengisi struktur organisasi, kita akan membangun dan menyiapkan regenerasi muda GKI di Tanah Papua,” katanya.

Terkait program kerja ke depan, Krenak menyebut bahwa pihaknya akan terlebih dahulu menggelar rapat kerja (raker) guna merumuskan arah kebijakan dan program prioritas organisasi.

“Program-program akan kami bahas secara menyeluruh dalam rapat kerja. Setelah ditetapkan, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tantangan lain yang dihadapi, yakni kondisi efisiensi anggaran yang saat ini turut dirasakan oleh pemerintah daerah. Meski demikian, ia memastikan hal tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan program.

“Dalam kondisi efisiensi keuangan saat ini, tentu menjadi tantangan bagi kami sebagai kepala daerah. Namun, kami tetap berupaya menjalankan program-program secara efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Krenak berharap Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua dapat semakin solid dan berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.