Harapan di Balik Peringatan HUT Baden Powell ke-166 dan Pembukaan Rakerda Kwarda Papua

Jayapura, Teraspapua.com – Baden Powell atau lengkapnya Robert Stephenson Smyt Baden Powell adalah Bapak Pandu atau Bapak Pramuka sedunia.

Pada tanggal 22 Februari 2023 diperingati sebagai Hari Baden Powell ke-166. Dari pemikirannya, lahir gerakan pendidikan bagi anak-anak dan remaja di luar lingkungan keluarga dan di luar lingkungan sekolah.

Pendidikan nonformal ini yang pertama kali digagas di Inggris pada 1907, kemudian selanjutnya berkembang dengan pesatnya ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Maka dalam rangka memperingati itu, gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Papua menggelar upacara di taman Imbi, Rabu (22/2/2023) sore.

Plh Gubernur Papua, Dr. M. Ridawan Rumasukun, SE, MM yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Elsye P. Rumbekwan, S.PI., M.Si hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Papua.

Momen ini dibawah tema “Kita tingkatkan jiwa bela negara dan rasa solidaritas berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Ridwan Rumasukun berharap kepada anggota pramuka Papua harus mempunyai disiplin dan kepercayaan diri yang baik agar dapat menjadi pelopor perubahan di segala bidang kehidupan.

“Jadilah pelopor pemersatu bangsa sebagaimana yang dicetuskan Baden Powel,” ujar Rumasukun dalam sambutan yang disampikan Elsye Rumbekwan.

Kakak-Kakak yang tergabung dalam kepengurusan baik di gugus depan, ranting, cabang dan daerah dapat menjadikan gerakan Pramuka sebagai salah satu pilar penting dalam membentuk Watak atau karakter dan kepribadian bagi generasi muda kita.

Pemerintah provinsi Papua memberikan apresiasi, rasa hormat yang tinggi kepada kakak-kakak Pembina, baik Ka Kwarda Papua dan juga Kwartir-Kwartir Cabang yang sudah memberikan waktu luang, untuk membina adik-adik Pramuka kita.

“Kakak-kakak telah membantu pemerintah membentuk pribadi, pemikiran, wawasan dari adik-adik kita sebagai harapan bangsa terutama dalam pembangunan di tanah Papua,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan dan kemajuan teknologi kita saat ini membuat anak-anak gampang untuk mengakses berita yang baik maupun berita yang tidak baik. Untuk itu pintar-pintarlah memilah segala sesuatu.

“Bentuklah pribadi yang baik, disiplin yang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik dalam segala aktivitasmu. Disiplin, kasih sayang kerjasama harus dijunjung tingg,” paparnya.

Sementara terkait dengan Rakerda, dia mengakui kakak-kakak Pramuka ini sudah memahami bahwa mereka harus membina adik-adik dengan prinsip-prinsip kejiwaan dari kepanduan.

Oleh sebab itu mereka juga kami percaya sudah memahami situasi perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini.

Untuk itu kami percaya dan berharap dalam merumuskan program-program nanti senantiasa membaca situasi yang ada, kemudian programnya realistis bisa sinergi dengan pembangunan dan situasi di Tanah ini.

“Situasi di kabupaten masing-masing dan juga dapat di sinergikan dengan program-program dari Kwartir Nasional,” jelasnya.

Lanjut dikatakan, melalui Rakerda gerakan Pramuka Papua kita jadikan momentum untuk menjadikan gerakan Pramuka sebagai sebuah organisasi yang mampu menarik minat seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dalam menuju cita-cita pembangunan menuju Papua yang bangkit Mandiri dan sejahtera yang berkeadilan menuju Papua baru yang sama-sama cita-cita-citakan.

“Rakerda ini memiliki tiga tujuan pokok yaitu mengevaluasi program kerja kwarda Papua yang telah berjalan selama Tahun 2022. Menyusun kerangka acuan kegiatan dan rencana program kegiatan Kwarda Papua 2023 dan mensinergikan kegiatan-kegiatan di tingkat nasional daerah dan cabang serta merancang kegiatan untuk tahun 2024,” tuturnya.

Ridwan Rumasukun juga berharap, dalam Rakerda ini rumuslah program kerja yang tidak muluk-muluk dan akhirnya tidak dapat dijalankan karena terbentur dengan berbagai persoalan.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Elsye P. Rumbekwan, S.PI., M.Si

 

“Rumuslah kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan dan pembinaan yang disediakan oleh pemerintah provinsi Papua. Silahkan kakak-kakak membuat Inovasi dan kreasi dalam menyusun program kegiatan setahun ke depan,” pesannya.

Sementara Ketua Panitia Ningsi Astuti dalam laporan mengatakan, peringatan HUT Baden Powell yang ke-166 tahun diikuti oleh kurang lebih 500 peserta. Dalam kesempatan ini sekaligus juga dilakukan pembukaan rapat kerja daerah gerakan Pramuka Papua.

“Berdasarkan anggaran rumah tangga pasal 118, rapat kerja diselenggarakan sebagai langkah pengendalian operasional. rapat kerja diselenggarakan setiap tahun sekali di awal tahun,” ungkapnya.

Diktakan, kwartir daerah Papua periode 2020-2025 berusaha melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan kuartir cabang se Papua tahun 2023.

Dengan tema “Melalui rapat kerja daerah gerakan Pramuka Papua, kita mantapkan program kerja menuju Pramuka yang profesional dalam pengabdian tanpa henti,”. Tutupnya.