Jayapura, Teraspapua.com – Sebelas peserta Paduan Suara, mengikuti lomba Paduan Suara tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se kota Jayapura, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke – 95 tahun 2023, yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK kota Jayapura, Jumat (13/10/2023).
Lomba yang diikuti 6 perwakilan SMA/SMK dan 5 perwakilan Perguruan Tinggi ini, bertujuan untuk menanamkan jiwa nasionalisme, serta memperkuat generasi muda kota Jayapura, dalam berinovasi dan berwawasan kebangsaan.
Penjabat (Pj). Walikota Jayapura Frans Pekey, pada kesempatan ini mengatakan. Kepintaran dan kecerdasan tidak menjamin seseorang manjadi hebat, jika tidak diimbangi dengan keperibadian yang baik, maka kepintaran tersebut bisa digunakan untuk melakukan hal-hal yang merusak, jika tidak diikuti dengan iman dan itegritas.
“Jadi harus diikuti dengan ilmu, iman dan integritas. Tiga hal ini bisa dimiliki, maka saya yakin adik-adik semua akan menjadi orang yang hebat untuk membangun daerah.” Ujar Pekey.
Pekey menambahkan, perkembangan media sosial cukup berpengaruh pada generasi muda saat ini. Untuk itu dirinya meminta generasi muda kota Jayapura, agar bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga tidak terpengruh dengan hal-hal yang bersifat merugikan.
Pekey juga meminta para peserta, untuk menjadikan kota Jayapura yang dihuni berbagai macam suku dan agama, sebagai rumah dan Honai bersama, serta menjaga dan merawat keharmonisan yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.
“Kalau ada yang kurang maupun kena musibah, kita saling membantu. Itulah car akita mengisi hidup. Jadilah generasi muda untuk masa depan bangsa dan negara, masa depan Papua dan juga untuk kota Jayapura.” Tandas Pekey.
Sementara itu ketua TP PKK kota Jayapura, Maria Yuvita Gobay di kesempatan ini mengatakan, generasi muda kota Jayapura yang ada di jenjang SMA/SMK maupun di perguruan tinggi, harus giat mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.
“Yang di Kampus ikut kegiatan senat mahasiswa, yang anak SMA/SMK ikut kegiatan Osis. Karena partisipasi aktif sangat penting untuk membangun integritas dan produktivitas,” ujar Yuvita Gobay.
Dikatakan, lagu Bangun Pemuda Pemudi, yang merupakan lagu wajib dari perlombaan tersebut, memiliki makna samangat dan harapan, yang ditaruh diatas ditatangan generasi muda saat ini.
Untuk itu Yuvita Gobay mengajak para peserta untuk lebih produktif dan tetap semangat, serta membangun kedisiplinan dan integritas.
“Rajin belajar ketika nilai jeblok. Dan jika ada giat ulang, tetap semangat. Karena memang itu harus terjadi, supaya menempa anak muda untuk lebih maju.” Pungkasnya.
Dalam perlombaan tersebut, SMA Negeri 4 Jayapura keluar sebagai jura pertama, diikuti SMA Kalam Kudus juara kedua, dan juara ketiga diraih SMA Negeri 1 Jayapura.
Sementa untuk harapan I, diraih SMK 2 Bisnis dan manajemen Jayapura, diikuti SMA YPK Diaspora harapan II.
Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi, juara pertama diraih Universitas Otow Geisler, juara kedua STPK ST Yohanes dan juara ketiga diraih IPDN.
Sementara untuk harapan, masing-masing diraih oleh STT I.S Kijne dan STTP Baptis Papua.
(elo).









