Jayapura, Teraspapua.com – Masyarakat Habeybhulu Kampung Yoka, yang mendukung pasangan Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), hadir dalam acara Fi Helai Mbay
Nembanye BTM-CK yang digelar di atas para-para adat setempat pada Jumat (16/5/2025).
Sebelumnya, BTM diarak dari pintu masuk Kampung Yoka menuju pelataran Ondofolo Habeybulu Yoka.
Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kawai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa politik adalah hal yang wajar, dan tidak ada musuh yang abadi, hanya teman yang abadi.
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang terjun ke dunia politik, terutama yang berniat menjadi bupati, wali kota, atau gubernur, harus siap dengan segala hinaan. Jika tidak siap menerima hal tersebut, lebih baik jangan maju sebagai calon.
Orgenes mengakui bahwa dirinya kini sangat viral di media sosial. “Jika ada yang ingin memotret dan membagikan gambar saya, silakan saja. Saya lahir di sini, makan di sini, dan kelak saya akan mati di sini, dikubur di atas tanah leluhur saya,” ujarnya.
Sebagai orang yang berpegang pada prinsip, Orgenes menegaskan bahwa ia akan terus maju dalam politik karena bagi dirinya, prinsip hidup sangat penting. “Jika seseorang tidak punya prinsip, mereka tidak akan memiliki arah hidup,” tambahnya.
Orgenes juga bercerita mengenai video viral di TikTok, yang menurutnya akan mendapat sanksi dari partainya. Namun, ia tetap berkeyakinan bahwa ia memiliki hak untuk berada di negeri ini dan ingin menjadi pemimpin masa depan.
Ia menegaskan bahwa pemimpin yang sejati bukanlah yang dipilih berdasarkan kekuasaan, tetapi oleh rakyat. “Kedaulatan ada di tangan rakyat,” tegasnya.
Orgenes juga menjelaskan bahwa meskipun ia adalah kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia menegaskan bahwa Gubernur Papua Benhur Tomi Mano bukanlah milik PKB, tapi PDI Perjuangan. Ia tidak akan mengorbankan harga dirinya demi kepentingan politik apa pun.
Sebagai orang yang sudah lama berjuang untuk tanah Papua, ia mengingatkan bahwa tanah ini adalah milik rakyat dan tidak bisa diganggu gugat oleh kepentingan politik. “Tanah ini, negeri ini, dan Tuhan menempatkan saya di sini dengan tujuan yang jelas,” ungkap Orgenes.
Ia juga menyoroti anggapan bahwa pemimpin yang memiliki akses ke pusat lebih baik untuk dipilih. “Saya sudah 15 tahun di DPR Provinsi Papua. Akses apa yang dimaksud? Akses untuk kekuasaan?” ujar Orgenes.
Menurutnya, Papua tidak membutuhkan pemimpin yang mengandalkan akses pusat, karena pemerintah pusat sudah berkewajiban untuk membantu Papua sebagai bagian dari NKRI.
Papua membutuhkan pemimpin yang memimpin dengan hati, bukan pemimpin yang datang dengan cara instan atau karbitan. BTM adalah pemimpin yang telah belajar dari bawah
dan mencapai puncak tanpa melupakan akar budaya dan tanahnya.
Orgenes juga menekankan bahwa BTM memiliki potensi untuk menjadi Gubernur Papua. “BTM sudah berpengalaman dan siap berkorban untuk rakyat, meskipun menjadi anggota DPR
RI lebih nyaman karena ada tunjangan hidup yang besar. Namun, ia memilih untuk menderita bersama rakyat, karena ia melihat penderitaan yang dirasakan rakyat di tanah ini,” katanya.
“Sebagai masyarakat, kita harus memilih pemimpin yang mengerti sistem pemerintahan dan berasal dari bawah. Saya percaya, jika kita memilih pemimpin yang tepat, Papua pasti akan berubah,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap APBD Provinsi Papua yang turun drastis, dari 14 triliun menjadi hanya 3,5 triliun saat ini. “Papua tidak bisa dipimpin oleh pemimpin yang hanya mengandalkan kekuasaan, tetapi kita memilih BTM,pemimpin yang penuh kasih dan sayang dari Tuhan,” tambahnya.
“Papua harus tetap menjadi ‘surga kecil yang jatuh ke bumi’. Kita harus hati-hati dalam menentukan pilihan. Pilihan kita adalah Benhur Tomi Mano dan Constant Karma, nomor urut 1,” ujar Orgenes.
Sementara itu, Ondofolo Habeybhulu Kampung Yoka David Mebri yang bertugas untuk menjaga kebun adat, menyatakan bahwa ia terkejut saat mendengar suara anjing menggonggong.
“Saya kaget, karena ada yang mengobrak-abrik pagar dan menginjak jejak kaki BTM di kebun kami. Maka itu, hari ini kami duduk bersama untuk menghapus jejak-jejak tersebut,” ujarnya.
Ondofolo juga mengajak masyarakat untuk berhenti dari kemunafikan. “Ini adalah komitmen kami sebagai tua-tua adat yang harus dihormati untuk mendukung BTM-CK pada PSU
nanti,” tegasnya.
(Arc)














