Freeport Indonesia Hadirkan Christmas Flight & Boat, Ribuan Karyawan Mudik Natal ke Pedalaman Papua

Persekila Kayame (paling kanan), putri dari Simon Kayame, Karyawan PTFI dan adiknya (paling kiri) menerima bingkisan Natal di Bandara Mozes Kilangin Timika sebelum berangkat menuju ke Enarotali

Timika, Teraspapua.com – Lebih dari 1.700 karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) beserta anggota keluarga memanfaatkan fasilitas transportasi khusus melalui program Christmas Flight & Boat untuk melaksanakan mudik Natal dan Tahun Baru ke kampung halaman masing-masing di wilayah pegunungan dan pesisir Papua.

Program tahunan ini kembali digelar PTFI sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung mobilitas karyawan, khususnya pada masa libur panjang Natal dan Tahun Baru. Sejak Kamis pagi, 11 Desember 2025, suasana Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, tampak ramai oleh para penumpang yang mengikuti penerbangan perdana Natal PTFI menuju berbagai wilayah pedalaman Papua.

Salah satu penumpang tersebut adalah Persekila Kayame, putri dari Simon Kayame, karyawan PTFI. Bersama ibu, nenek, dan dua adiknya, Persekila bersiap berangkat menuju Kabupaten Paniai untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman mereka di Enarotali.

“Puji Tuhan, pada masa libur tahun ini bapa mendapatkan tiket pesawat dari PTFI untuk kami sekeluarga berangkat dari Timika ke Enarotali. Di sana, kakak sudah menunggu kami untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga,” ujar Persekila, Rabu (17/12/2025).

Vice President Papuan Affairs Department PTFI, Soleman Faluk, menjelaskan bahwa program Christmas Flight & Boat merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menyediakan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan terkoordinasi dengan baik bagi karyawan dan keluarga mereka.

“Tingginya mobilitas karyawan dan keluarganya pada masa libur Natal dan Tahun Baru, khususnya mereka yang harus menggunakan armada udara perintis dan kapal menuju wilayah pedalaman Papua, menjadi perhatian khusus bagi PTFI,” kata Soleman.

Melalui program ini, PTFI menyediakan penerbangan khusus menggunakan pesawat dan helikopter untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah pegunungan Papua. Sementara itu, bagi karyawan yang menuju destinasi di wilayah pesisir Mimika, perusahaan menyiapkan armada boat sebagai sarana transportasi utama.

“Selama periode 11 hingga 23 Desember 2025, pesawat khusus melayani rute ke sejumlah wilayah yang sulit dijangkau, seperti Enarotali, Wagethe, Duma, Moanemani, dan Tsinga. Sedangkan armada boat akan mengantar karyawan dan keluarga ke dermaga Agimuga dan Potowaiburu. Penjemputan kembali ke area kerja dijadwalkan pada 6 hingga 20 Januari 2026,” jelasnya.

Kondisi geografis Papua yang menantang, ditambah dengan keterbatasan infrastruktur darat, membuat akses menuju wilayah pegunungan dan pesisir tidak mudah. Daerah-daerah tersebut merupakan kampung halaman bagi karyawan PTFI yang berasal dari dua suku utama, yakni Suku Amungme dan Suku Kamoro, serta lima suku kerabat lainnya, yaitu Dani, Nduga, Damal, Moni, dan Mee/Ekari.

Salah satu peserta program Christmas Boat, Martha Wauturu, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan PTFI. Karyawati PTFI ini telah bekerja selama 19 tahun dan mendapat kesempatan untuk pulang ke kampung halamannya di Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana.

“Dengan adanya boat Natal dari PTFI, saya bisa merayakan Natal bersama keluarga di kampung. Saya sangat bersyukur, karena meskipun perusahaan sedang menghadapi masa sulit, perhatian kepada karyawan tetap diberikan,” ungkap Martha.

Program Christmas Flight & Boat ini diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan mudik karyawan dan keluarga, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan sukacita Natal di tengah masyarakat Papua.(**)