SMA Gabungan Rebut Juara Tiga, Menang 4-2 atas SMANSA Sentani

Foto Bersama Tim Futsal SMA Gabungan Jayapura (kostum Kuning) dengan SMANSA Sentani (kostum biru muda) (Foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Tim Futsal SMA Gabungan Jayapura berhasil mengamankan posisi juara tiga dalam turnamen futsal rektor cup dalam rangka Dies Natalis XV Universitas Ottow Geissler Papua, usai menaklukkan SMANSA Sentani dengan skor 4-2. Pertandingan berlangsung di GOR Waringin, Kota Raja, Rabu (18/3/2026) malam.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung tampil menyerang dengan tempo tinggi. SMA Gabungan menurunkan susunan pemain inti yang diperkuat Ricky Badii, Victor Hembring, Alex Kigiye, Naftali Pihahey, serta Geissler di bawah mistar gawang. Mereka tampil dengan jersey kuning, sementara SMANSA Sentani mengenakan seragam dibalut biru batik kuning.

Babak pertama berjalan ketat dengan kedua tim sama-sama menunjukkan permainan cepat. Namun, SMA Gabungan mulai menemukan ritme permainan dan menciptakan sejumlah peluang melalui tendangan jarak jauh.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-10. Naftali Pihahey, sukses membobol gawang SMANSA Sentani dan membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan itu kemudian digandakan oleh Ganetaka Yogi, yang mencetak gol kedua dan mengubah skor menjadi 2-0.

Setelah unggul, SMA Gabungan terus mendominasi pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan lawan, membuat SMANSA Sentani kesulitan mengembangkan permainan. Hingga turun minum, skor 2-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. SMANSA Sentani mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, memanaskan kembali jalannya laga.

Namun, respon cepat ditunjukkan SMA Gabungan. Naftali Pihahey kembali menjadi pembeda setelah mencetak gol keduanya melalui tendangan keras, mengubah skor menjadi 3-1. Meski begitu, SMANSA Sentani tidak menyerah. Mereka kembali menekan dan berhasil mencetak gol, sehingga skor berubah menjadi 3-2.

Pertandingan semakin sengit dengan kedua tim saling jual beli serangan. Dalam tekanan tersebut, SMA Gabungan tetap mampu menjaga konsistensi permainan. Naftali Pihahey kembali mencatatkan namanya di papan skor, memastikan hattrick dan membawa timnya unggul 4-2.

Di tengah tensi pertandingan yang tinggi, salah satu pemain SMA Gabungan sempat menerima kartu kuning akibat pelanggaran. Namun hal itu tidak mengganggu fokus tim hingga akhir laga.

Hingga peluit panjang dibunyikan, SMA Gabungan berhasil mempertahankan keunggulan 4-2 dan memastikan diri sebagai juara tiga dalam turnamen tersebut.

Pelatih SMA Gabungan, Saleh Paiki, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras dan proses latihan yang telah dijalani para pemain selama beberapa bulan terakhir.

“Ini hasil dari kerja keras anak-anak selama latihan. Kami sudah mempersiapkan diri cukup lama, dan hasil ini bukan semata karena kehebatan, tetapi juga karena proses dan campur tangan Tuhan,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa timnya tampil dominan di babak pertama, namun mendapat tekanan besar di babak kedua.

“Lawan bermain sangat baik di babak kedua dan mampu meningkatkan intensitas permainan. Tapi anak-anak tetap menjaga konsistensi dan tidak menurunkan tempo,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Gabungan Jayapura, Sandra Grace Titihalawa, mengaku bangga dengan penampilan para siswa. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berjalan baik di sekolah, khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Saya puas dengan permainan anak-anak. Ini adalah hasil dari proses panjang, dan performa mereka di lapangan sangat membanggakan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Ottow Geissler Papua sebagai penyelenggara turnamen, yang dinilai telah memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga.

Selain itu, Sandra turut mengucapkan terima kasih kepada para pelatih dan jajaran sekolah, khususnya bidang kesiswaan, yang terus mendukung dan memfasilitasi para siswa dalam mengikuti berbagai kompetisi.

“Peran pelatih dan pihak sekolah sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak-anak. Dari sini mereka belajar dan menemukan jati diri sebagai pemain futsal,” tutupnya.

(Veb)