Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Papua menegaskan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput sebagai strategi utama menghadapi kontestasi politik Pemilu 2029/2031 yang dinilai akan semakin kompetitif.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Bappilu DPW PSI Papua, Baharudin, dalam upaya mendorong percepatan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting Tingkat (DPRT) di seluruh wilayah Papua.
Menurut Baharudin, langkah tersebut menjadi krusial untuk memastikan kesiapan partai dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, sekaligus memperkuat basis dukungan di tingkat masyarakat.
“Untuk memenangkan konstelasi politik 2029/2031, kemenangan hanya akan berpihak kepada mereka yang siap. Kemenangan datang kepada mereka yang bekerja, berjuang, dan mengakar di hati rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembentukan struktur partai tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan kebutuhan administratif organisasi. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar dalam membangun kekuatan politik yang nyata di tengah masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara soal struktur semata, tetapi tentang masa depan perjuangan. Pembentukan DPC dan DPRT bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan keharusan. Di sanalah denyut nadi partai hidup di kampung-kampung, distrik, hingga seluruh ruang kehidupan masyarakat Papua,” katanya.
PSI Papua juga mengingatkan bahwa Pemilu 2029/2031 bukanlah agenda yang masih jauh. Tahapan politik diperkirakan akan segera dimulai, seiring dengan perubahan dinamika politik nasional, termasuk wacana revisi undang-undang pemilu yang dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang.
“Jika tidak siap hari ini, maka kita akan tertinggal di kemudian hari. DPC dan DPRT adalah ujung tombak partai. Bukan sekadar nama, tetapi kekuatan nyata. Bukan sekadar struktur, tetapi mesin kemenangan,” lanjutnya.
Melalui penguatan struktur tersebut, PSI Papua menargetkan terciptanya konsolidasi internal yang solid, sekaligus kemampuan untuk menggerakkan basis dukungan masyarakat secara luas dan terorganisir.
“Dari DPC dan DPRT kita bangun konsolidasi, kita gerakkan rakyat, dan kita menangkan pertarungan politik secara bermartabat,” tegas Baharudin.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan struktur organisasi harus diiringi dengan kerja nyata di lapangan. Tanpa konsolidasi yang terukur serta kedekatan dengan masyarakat, struktur partai dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan.
“Struktur tanpa kerja nyata adalah kosong, dan perjuangan tanpa kedekatan dengan masyarakat adalah sia-sia,” ujarnya.
Untuk itu, seluruh kader PSI Papua didorong tidak hanya menjadi pengurus secara administratif, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, serta memahami kondisi riil warga di berbagai wilayah.
“Jangan hanya menjadi pengurus di atas kertas. Jadilah pejuang di tengah masyarakat. Masuk ke kampung-kampung, dengarkan suara rakyat, dan rasakan denyut kehidupan mereka,” katanya.
PSI Papua menilai kekuatan partai sejatinya tidak terletak pada elite, melainkan pada kader di daerah yang aktif bekerja dan mampu membangun kepercayaan publik.
“PSI Papua membutuhkan kader yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Kerja yang solid, terorganisir, dan terukur menjadi kunci untuk menyongsong kemenangan,” ucapnya.
Dengan demikian, pembentukan DPC dan DPRT disebut sebagai fondasi awal dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029/2031.
“Ini adalah langkah awal menuju kemenangan di masa depan,” tutupnya.
(rck)










