Dekan FH Uncen Yustus Pondayar Sampaikan Duka atas Wafatnya Rektor Universitas Cenderawasih

Jayapura, Teraspapua.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Cenderawasih (Uncen). Rektor Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr., meninggal dunia di Rumah Sakit Dok II Jayapura, Papua, Kamis (17/9/2026).

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.58 WIT setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Kepergian Prof. Oscar menjadi duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika, serta seluruh keluarga besar Universitas Cenderawasih.

Ucapan belasungkawa disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (FH Uncen), Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H. Ia menyampaikan duka cita atas kepergian Prof. Oscar yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Universitas Cenderawasih.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr., Rektor Universitas Cenderawasih,” kata Yustus dalam ungkapan belasungkawanya.

Yustus mengatakan, wafatnya Prof. Oscar merupakan kehilangan bagi Universitas Cenderawasih. Menurut dia, duka tersebut tidak hanya dirasakan keluarga almarhum, tetapi juga oleh para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh sivitas akademika Uncen.

“Kepergian beliau merupakan kehilangan bagi keluarga besar Universitas Cenderawasih. Kami tentu sangat berduka atas kepergian beliau,” ujarnya.

Ia menyampaikan penghormatan atas pengabdian Prof. Oscar selama menjalankan amanah sebagai Rektor Universitas Cenderawasih. Menurut Yustus, kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang tidak ringan karena berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan, pengembangan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, Yustus berharap berbagai pengabdian dan karya yang telah dilakukan almarhum selama berada di lingkungan Universitas Cenderawasih dapat terus dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan institusi tersebut.

“Semoga segala pengabdian dan karya almarhum menjadi bagian dari jejak yang terus dikenang oleh keluarga besar Universitas Cenderawasih,” katanya.

Yustus juga mengajak seluruh sivitas akademika Uncen untuk tetap menjaga kebersamaan di tengah suasana duka. Ia menilai kepergian seorang pimpinan perguruan tinggi tidak seharusnya menghentikan berbagai tanggung jawab akademik dan pengabdian yang telah menjadi bagian dari tugas institusi.

Menurut dia, keberlanjutan tugas tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika untuk menjaga dan melanjutkan perjalanan Universitas Cenderawasih.

“Duka atas kepergian beliau hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk tetap menjaga kebersamaan dan melanjutkan tugas serta pengabdian bagi Universitas Cenderawasih,” ujarnya.

Doakan Keluarga yang Ditinggalkan

Selain menyampaikan penghormatan kepada almarhum, Yustus turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Ia mengatakan, kehilangan orang terkasih merupakan masa yang berat bagi keluarga. Karena itu, dukungan dan doa dari keluarga besar Universitas Cenderawasih diharapkan dapat menjadi penguatan bagi keluarga almarhum.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi duka ini,” kata Yustus.

Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr. lahir pada 8 Oktober 1968. Ia kemudian dipercaya memimpin Universitas Cenderawasih sebagai rektor hingga akhir hayatnya.

Kepergian Prof. Oscar pada usia 57 tahun tersebut meninggalkan duka bagi lingkungan akademik di Tanah Papua, khususnya Universitas Cenderawasih yang selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi di Papua.

Bagi keluarga besar FH Uncen, kepergian almarhum juga menjadi kehilangan yang dirasakan bersama. Fakultas Hukum Uncen menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Yustus mengatakan setiap pemimpin akan meninggalkan jejak dalam perjalanan sebuah institusi. Jejak tersebut dapat berupa pengabdian, pemikiran, kebijakan, maupun karya yang kemudian menjadi bagian dari sejarah lembaga.

Karena itu, ia berharap berbagai kontribusi Prof. Oscar selama mengabdi di Universitas Cenderawasih dapat terus dikenang oleh generasi akademik berikutnya.

“Setiap pemimpin meninggalkan jejak dalam perjalanan sebuah lembaga. Kami berharap pengabdian dan kontribusi almarhum bagi Universitas Cenderawasih serta dunia pendidikan di Tanah Papua tetap dikenang,” tuturnya.

Kutip Roma 14:8

Dalam menyampaikan ungkapan duka, Yustus juga mengutip ayat Alkitab dari Roma 14:8 sebagai penguatan iman bagi keluarga dan seluruh pihak yang berduka.

“Sebab, jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan”.

Ayat tersebut menjadi bagian dari ungkapan belasungkawa Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih atas wafatnya Prof. Oscar.

Yustus berharap keluarga besar Uncen dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dengan penuh ketulusan. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Di tengah suasana duka, aktivitas akademik dan pengabdian Universitas Cenderawasih diharapkan tetap berjalan sebagai bagian dari keberlanjutan institusi.

Menurut Yustus, Universitas Cenderawasih memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia serta memberikan kontribusi bagi pembangunan di Tanah Papua. Karena itu, semangat pengabdian tersebut perlu terus dilanjutkan oleh seluruh sivitas akademika.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih bersama keluarga besar FH Uncen pun menyampaikan penghormatan terakhir kepada Prof. Oscar Oswald O. Wambrauw.

Mereka mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam melewati masa berkabung.

Selamat jalan, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr. Seluruh pengabdian dan karya bagi Universitas Cenderawasih serta dunia pendidikan di Tanah Papua diharapkan menjadi warisan yang terus dikenang.