Ketua Komisi III DPR Papua ; Kalau Aset Dikelola Dengan Baik,Bakal Mendatangkan PAD Yang Baik Pula.

Ketua dan Anggota Komisi III saat berdiskusi dengan Ketua PPI dan pengusaha ikan

Jayapura.Teraspapua.com –Rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua yang membidangi anggaran,Aset dan Pendapatan Daerah,meinjau tempat pengelola Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi Jayapura, Sabtu (15/02/2020).

Kunjungan rombongan komisi III yang dipimpin  ketua Benyamin Arisoi ini,merupakan tindak lanjut pertemuan bersama mitra kerja beberapa waktu lalu,sekaligus berdialog dengan pengelola PPI.

banner 325x300banner 325x300

Kunjungan ini dalam kaitan dengan Aset daerah,milik Pemerintah Provinsi Papua,kalau aset ini dikelola dengan baik maka akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih baik ” ungkap Ketua Komisi III DPR Papua Benyamin Arisoi “.

Dijelaskan Arisoi,sebagaimana penjelasan dari kepala PPI unit,bahwa potensi  ini cukup besar hanya saja sampai dengan hari ini masih banyak kendala yang dihadapi,salah satunya terkait dengan pembebsan hak ulayat.

“ ini saya pikir harus dibicarakan dengan pihak adat,sehingga bagaimana menyelesaikan semua hal yang terkait dengan lokasi PPI ini,agar kedepan tidak ada kendala bagi pengelola maupun OPD terkait “dorongya,

Kemudian, yang terkait dengan colstor,pabrik es karena sangat terbatas,kabutuhan es sangat tinggi tetapi produksinya terbatas sehingga ini dapat menganggu bagi nelayan.”Ini merupakan masukan bagi kami Komisi III untuk bagaimana melakukan penataan aset ini kedepan “ beber Arisoi.

Mengenai aset PPI lanjut Arisoi, merupakan tanggungjawab dari Komisi III tetapi dari sisi pengelolaan dari Komisi II dan Komisi IV untuk infrastruknya.

Saya pikir kedepannya kami akan sinergi untuk melakukan pembicaraan bersama untuk berkomunikasi dengan Pemerintah daerah “ tukasnya.

Ditempat yang sama Kepala PPI ,Hermanus Rayomi berharap dengan pertemuan ini ada tindak lanjut.Sehingga permasalahan-permasalahan ini bisa tuntas,kerena sudah beberapa tahun masalah hak ulayat tak kunjung selesai.

Kemudian kami juga berharap ada relokasi yang harus dilakukan,kita kembalikan fungsi PPI seperti semula.

karena menurutnya,PPI ini tidak bisa tergabung dengan para penjual ikan.Ini tempat pendaratan ikan jadi ditampung dulu barulah kita menjul ke para pengusaha dan konsumen “ujarnya.

(Matu)