Jayapura,Teraspapua.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura dari Fraksi PDI Perjuangan,Tresia Tobi, menggelar reses tahab I , dan tatap muka bersama masyarakat di Dapil Jayapura Selatan, Selasa (09/03/2021).
Reses yang berlangsung dengan warga di kompleks RT.002/005 Kelurahan Entrop Distrik Jayapura Selatan ini turut dihadiri Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jayapura, Mukri M. Hamadi yang juga sebagai Ketua Komisi A, yang membidangi hukum dan pemerintahan.
Tresia Tobi mengatakan Reses ini bertujuan untuk menampung aspirasi dan mendengarkan masukan serta keluhan warga ,yang berada di Jayapura Selatan yang merupakan wilayah pemilihannya.
“Jadi kami menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil saya sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan,” ujarnya.
Politisi PDI – Perjuangan Kota ini juga mengatakan, ini komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala, menjadi kewajiban saya sebagai wakil rakyat untuk bertemu dengan konstituennya, secara rutin pada setiap masa reses,” ujarnya.
Lanjutnya, banyak masukan dan saran yang disampaikan oleh warga setempat, terutama terkait dengan penanganan banjir dan rumah yang dibangun di daerah resapan.
Untuk itu Tresia mengungkapkan, semua aspirasi ,keluhan dan kritikan ini,akan menjadi rekomendasi untuk nanti di bahas di internal Dewan dan dilanjutkan kepada Pemerintah kota Jayapura.
” Jadi reses yang saya lakukan , lebih banyak warga mengeluh tentang rumah yang dibangun di daerah resapan,” ungkapnya.
Padahal menurut Tresia, berkembang dalam sesi tanya jawab salah satu warga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Satpol PP kota Jayapura telah memasang Satpolline. Tapi kenyataan saat ini rumah tersebut sementara dalam proses pembangunan.
Legislator Kota yang tergabung dalam Komisi C yang membidangi perekonomian dan keuangan ini juga membeberkan, sebagai wakil rakyat, dirinya harus turun untuk bertatap muka untuk mendengar apa yang menjadi usulan, saran dan kritik dari masyarakat.
“Jika semua usulan masyarakat tidak terakomodir, itu menjadi beban bagi kami. Tapi kami harus turun ke masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di masyarakat,” cetusnya.
Untuk itu, saya minta masukan dari masyarakat dan ketika hari ini tidak bisa diakomodir, maka nantinya akan disampaikan ke komisi – komisi lain yang ada di DPRD kota Jayapura,” pungkasnya.
(Let)








