banner 728x250

Hidup Atau Mati Yermias Giban Harus di Pulangkan Kepada Keluarganya

  • Bagikan

Jayapura,Teraspapua.com – Terkait hilangnya salah seorang warga Distrik Kenyam Kabupaten Nduga atas nama Yermias Giban pada Senin (29/3/2021), Anggota DPR Papua dari Daerah pemilihan (Dapil) Nduga, Namantus Gwijangge pun angkat bicara.

“Sebagai wakil rakyat, tentunya kami sangat kesal terhadap kejadian ini”, ungakap Namantus kepada media ini diruang kerjanya, Kamis (01/04/2021).

banner 325x300

Dijelaskan Namantus, menurut laporan yang kami terima, Yermias Giban bersama istri hendak pergi ke kebun, untuk membersikan kebunnya. Namun tiba-tiba Yermias Giban hilang diculik oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

“Dengan hilangnya Yermias Giban, sampai hari ini istri dan keluarganya berupaya untuk mencari Yermias. Namun belum ditemukan”, ujarnya.

Atas kejadian ini, Namantus pun mengatakan sebagai mana kita tahu, Kabupaten Nduga belakangan ini kehidupan masyarakat dalam keadaan aman dan tentram, namun dengan timbulnya masalah ini akan membuat masayarakat semakin resah, dan takutnya kesabaran mereka tak bisa tertahankan, mereka bisa membuat masalah yang kita tidak inginkan bersama.

Oleh karena itu saya selaku anggota dewan dari Dapil Nduga, meminta apabila korban Yermias Giban ini masih hidup atau mati, harus dipulangkan kepada keluarganya, tegas pria yang akrab disapa Naman.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada pihak Pemerintah, dalam hal ini Pemkab Kabupaten Nduga, agar bisa memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah hilangnya Yermias Giban. Menurutnya kalau masalah ini tidak diselesaikan maka rasa kepercayaan diri masyarakat terhadap negara akan hilang, sehingga harus segerah diselesaikan.

Ditambahkan Namantus, terkait pengiraman pasukan non organik yang masuk di Kabupaten Nduga, saya minta agar bisa lebih jelih meliahat mana masyarakat sipil, mana TPN OPM. Jangan asal main hantam sembarang, karena masyarakat dikabupaten Nduga pekerjaan meraka sebagain besar sebagai petani, tentu keluar masuk hutan untuk mencari nafkah.

Jadi sebelum bertindak harus introgasi lebih dulu, jangan sampai masyarakat sipil yang jadi korban, pungkasnya.

(Matu)

  • Bagikan