banner 728x250

Ingin Jadi PNS, Honorer Kabupaten Sarmi Sampaikan Aspirasi ke Fraksi Gerindra DPRP

  • Bagikan

Jayapura,Teraspapua.com – Sejumlah perwakilan Honorer dari Kabupaten Sarmi, datangi kantor Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk menyampaikan aspirasinya.

Adapun aspirasi mereka, yakni Pemerintah Pusat (Pempus) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua agar memperhatikan nasib kami honorer yang ada di Kabupaten Sarmi.

banner 325x300

Kemudian mereka meminta, pembagian kuota honorer di Papua agar dibagi secara merata dan seadil-adilnya. Serta hasil ferivikasinya, pemerintah harus transparansi dan harus dipubils dimedia.

Demikian aspirasi yang disampaikan oleh Herits Sroyer selaku perwakilan honorer dari kabupaten Sarmi, kepada Wartawan usai melakukan audens dengan pimpinan Fraksi Gerindra DPRP, Yanni didampinggi Sekretarisnya Natan Pahabol, Kamis (01/04/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Sroyer, tujuan dari kedatangan kami ini, kami minta agar pimpinan dan anggota Fraksi Gerindra DPR Papua bisa membantu menjebatani dan mendorong, aspirasi kami ini ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua untuk memperhatikan nasip honorer yang ada di Kabupaten Sarmi.

Karena pertemuan yang kami sudah lakukan dengan pemerintah Provinsi Papua selama tiga hari ini, untuk membahas tentang pengangkatan honorer. Kami tidak mendaptakan hasil yang menjajikan dan terkesan megambang, ujar Sroyer.

Dikatakan Sroyer, kami honorer dari Sarmi berjumlah 500 orang yang datang untuk melakukan pertemuan dengan Pemprov Papua, kami tidak perlu seberapa jauh perjalanan kami. Ini murni perjuangan kami untuk bisa menjadi seoarang PNS, oleh karena itu kami minta Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi hargailah kami yang sudah bekerja sekian tahun, agar bisa diangkat menjadi PNS, tukasnya.

Sementara itu Waket II DPRD Sarmi, Marcos Kopong LB, yang mendampinggi para honorer mengatakan, sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Sarmi saya berharap masalah yang dihadapi oleh tenaga honorer Kabupaten Sarmi ini, Pimpinan kami dari Faraksi Gerindra bisa mendorongnya sampai di jenjanng yang tertinggi.

Ditempat yang sama, Natan Pahabol selaku Sekretaris Fraksi Gerindara DPR setempat mengatakan, terkait dengan masalah pengangkatan honorer yang ada di Papua ini, yang mana Pempus sudah memberikan kuota sebanyak 20.000, kami harap Pemprov Papua bisa membagi kuota tersebut secara adil dan merata.

Menurutnya, kalau kuota ini tidak diatur dengan baik, maka kami kawatir akan menciptakan konflik, karena kuota yang diberikan Pempus hanya 20.000, sedangkan honorer yang ada di Papua berkisar 80.000 orang.

“Jadi harus pemerataan dalam pembagian kuota honorer ini”, tutupnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Gerindra Yanni berjanji aspirasi yang telah disampaikan oleh para honorer dari Kabupaten Sarmi, kami akan dorong dan sampaikan ke Gubernur dan juga Sekda Papua. Jika perlu, kami Fraksi Gerindra akan ke Jakarta untuk berjumpa dengan menPAN-RB, menyerahkan aspirasi dari honorer Kabupaten Sarmi.

Menurutnya, masalah ini sangat serius, karena kuota yang diberikan hanya 20.000 sedangkan tenaga honorer di Papua lebih dari pada kuota yang diberikan, oleh karena itu dalam pembagiannya harus ada pemerataan dan keadilan.

Kami juga akan minta Gubernur dan Sekda untuk kuota honorer dari Kabupaten Sarmi harus transparan dan jelas, tegasnya.

Pada kesempatan itu, Yanni memberikan masukan kepada Pemprov Papua, soal kuota   honorer ini sebelumnya Pemprov Papua usulkan sebanyak 60.000 tenaga honorer yang harus diangkat jadi PNS. Namun yang diberikan ke Pemprov Papua hanya 20.000 kuota.

“Oleh karena itu kuota sisa 40.000 ini harus diantisipasi dan dibicarakan,  jangan sampai terjadi konflik dikemudian hari”, pungkasnya.

(Matu)

  • Bagikan