banner 728x250

Pemkot Jayapura Tanam Pohon Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia

  • Bagikan

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang diwarnai dengan penanaman 1. 200 bibit pohon di hutan Frembi Skyline Distrik Jayapura Selatan, Sabtu ( 5/6/2021).

Aksi ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah setempat, BUMN, BUMD, akademisi, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.

banner 325x300

Tema yang diusung pada momen ini ” Memulihkan Ekosistem “, sementara lokal ” Memulihkan Hutan Kota Demi Menciptakan Hehidupan ”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan , Jece Mano dalam laporan mengatakan,
kerusakan lingkungan dan pencemaran yang sangat tinggi menjadi salah satu masalah di Dunia, Indonesia dan khusu Kota Jayapura.

“Hutan sangat berfungsi penting bagi kehidupan manusia, selain sebagai produsen oksigen mengurangi banjir, membantu mitigasi perubahan iklim.” terang Kadis.

Untuk itu pada tahun ini, Pemkot Jayapura mengusung tema lokal ” Memulihkan Hutan Kota Demi Menciptakan Hehidupan ”

Jece Mano menuturkan, dalam rangka mome ini pihaknya melakukan beberapa kegiatan yaitu kerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua.

Dengan melakukan gerebek sampah dari Kampung Kayu Batu sampai ke Tanjung Ria.

Kemudian dengan Rhouse, juga grebek sampah di sekitar kampus Universitas Cendrawasih dan perumnas tiga.

Selanjutnya, dengan Balai Wilayah Sungai Papua melakukan pembersihan kali acai.” tukasnya.

Wali Kota, Benhur Tomi Mano dalam sambutan mengatakan, perayaan hari lingkungan hidup tahun ini menjadi momen penting bagi kita, untuk menggugah, menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik tentang ekosistem dan pengelolaan yang secara optimal.

” Kota Jayapura dengan luasan 940 KM2 memiliki fotografi yang cukup bervariasi, mulai dari dataran tinggi berbukit hingga pesisir pantai dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi cagar alam cyclop.” ujarnya.

Juga memiliki taman wisata teluk youtefa, hutan lindung abepura dan hutan lindung pegunungan jar, serta hutan kota. Sambungnya.

Benhur Tomi Mano menyebutkan, hutan Frembi yang secara tata ruang masuk dalam hutan kota yang merupakan kekayaan alam yang harus dijaga dan dikelola untuk kelestariannya.

” Mari, kita melakukan segala sesuatu yang harus direncanakan dengan baik, arif dan bijaksana serta selalu ramah lingkungan. Penegakan hukum harus ditingkatkan terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkontrol.” ajaknya.

Ditambahkannya, dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun ini, saatnya kita bertindak untuk melakukan pemulihan terhadap lingkungan.

Dengan cara, menanam pohon menghijauhkan alam dan lingkungan, mengubah pola konsumsi, membersihkan sungai dan pantai serta berbagai aktivitas positif lainnya dalam rangka menjaga dan merawat lingkungan.” sambungnya.

Untuk itu Wali Kota kembali mengajak semua pihak, agar lebih serius dalam upaya pengendalian perubahan iklim melalui pemulihan mitigasi.

Kemudian, penurunan angka kebakaran hutan dan lahan serta merehabilitasi hutan menjadi salah satu program pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim, adalah dengan membentuk program kampung iklim.

Menurutnya, ini merupakan program nasional, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut pimpinan WRI Indonesia menyerahkan bibit pohon kepada Wali Kota.

Selain itu, penyerahan penghargaan nawa cita candra dari pemerintah pusat kepada kepala Wali Kota selaku kepala daerah yang merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan atau program kerja sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah.

Wali Kota pada momen itu juga melaunching SIPAKOT atau sistem manajemen pajak air tanah Kota Jayapura.

Selanjutnya , Wali Kota menyerahkan sertifikat kampung iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI kepada warga RW VI, Kelurahan Hamadi dengan kategori program kampung iklim tingkat madya pada tahun 2020.
(Let)

 

 

 

 

  • Bagikan