Jayapura,Teraspapua.com – Massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe menduduki markas Demokrat Papua di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, guna meyatakan sikap penonolakan atas penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua,Yulian Dance Flassy sebagai Pelaksa Harian (Plh) Gubernur Papua.
Wakil Ketua Partai Demokrat Ricky Ham Pagwak, didampingi pengurus partai Demokrat lainnya kepada wartawan mengatakan, massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe, mereka menyatakan sikap dan meminta kepada Pemerintah Pusat agar membatalkan penunjukan tersebut.
Karena menurut mereka, penunjukan Plh Gubernur tidak sesuai dengan mekanisme, dan juga ini adalah pembunuhan karakter kepada tokoh, idola dari pada masyarakat Papua,,” ujar pria yang akrap disapa RHP, di Jayapura, Jumat (25/06/2021).
Aksi mereka ini, lanjut kata RHP, bukan hanya sampai disini saja. Tetapi di hari Senin (28/6), mereka akan menduduki kantor Gubernur untuk meminta dengan tegas supaya saudara Sekda Yulian Dance Flassy harus meninggalkan Provinsi Papua.

Lebih lanjut dijelaskan RHP, terkait penunjukan ini saudara Sekda harus minta petunjuk kepada Gubernur dan Kementrian Dalam Negeri juga harus minta petunjuk dari gubernur bagaimana kondisinya sekarang. Kalau beliau tidak bisa menjalankan tugas barulah ada penunjukan Plh gubernur.
Penunjukan Sekda sebagai Plh Gubernur juga, tidak diketahui oleh Gubernur Lukas Enembe, beliau juga kaget terkait penunjukan ini,” tandasnya.
Ketika disinggung mengenai kondisi terakhir dari Gubernur Papua, RHP yang juga sebagai Bupati Membramo Tengah menegaskan, kondisi Gubernur Papua yang saat ini berada di Singapura dalam rangka berobat, kondisinya sangat baik.
“Tadi malam kita komunikasi lewat video call, dan pemulihan kondisi pak Gubernur sangat luar biasa”, beber RHP.
Kalau Tuhan kehendaki mungkin awal bulan Juli, Pak Gubernur akan kembali untuk melaksanakan tugas sebagai Gubernur Papua, “pungkasnya.
(Matu)








