Jayapura,Teraspapua.com – Kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe, mencopot Kepala Organisi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Provinsi Papua, terkesan tebang pilih.
pernyataan tersebut disampaikan Polotikus Partai Gerindra Papua, Natan Pahabol, kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (21/8).
Natan menjelaskan, kalau pencopotan jabatan itu sebagai warning atau peringatan bagi kepala OPD yang tak maksimal menjalankan tugas, kenapa hanya tiga kepala OPD yang dicopot.
“Kalau Gubernur mau evaluasi Kepala OPD harus secara menyeluruh dan jangan tebang pilih, semua kepala OPD dilingkup Pemerintahan Pemerintah Provinsi Papua bekerja tidak maksimal, buktinya kenapa harus ada SILPA 3,21 Trilun lebih,” tegas Pahabol.
Kalau semua Kepala OPD bekerja maksimal tidak mungkin ada dana SILPA sebsar itu, ujar Natan Pahabol,” sambungnya.
Legislator Papua dari Dapil V, Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang ini pun menyoroti kinerja dari Gubernur Papua, yang terkesan tidak peduli dan tidak memberikan perhatian khusus kepada Dapil V Papua.
Yang mana Gubernur tidak menempatkan satu orangpun dari Dapil V Papua dalam jabatan yang ada di Pemprov Papua. Kalau priode pertama memang ada, tetapi priode kedua ini tidak ada sama sekali.
Padahal, lanjut kata Natan, suara terbanyak untuk menempatkan beliau duduk di jabatan Gubernur itu adalah dari Dapil V Papua.
Oleh karena itu, saya selaku anggota DPR Papua dari Dapil V meyampaikan kekesalan terhadap kepemimpinan Pak Gubernur selama ini, tidak melihat secara merata tetapi hanya melihat hanya pada satu titik saja,” tukas Natan.
(Vmt)








