Jayapura,Teraspapua.com – Puluhan Cleaning Service (CR) RSUD Jayapura, melakukan aksi, buntut dari pemecatan sepihak yang dilakukan PT. Delta Cakra Persada, selaku penyalur tenaga kerja CS yang baru bekerjasama dengan pihak RSUD Dok II Jayapura.
Untuk mengetahui kejelasan Nasib mereka, puluhan CS tersebut langsung menemui pihak RSUD. Kehadiran para Cleaning Service yang dikoordinir oleh Malvin, kemudian melakukan pertemuan tertutup dilantai tiga RSUD, Senin (05/6/2023).
Usai pertemuan yang berlangsung lebih satu jam tersebut, Malvin selaku koordinator aksi yang ditemui teraspapua.com menjelaskan. Aksi yang dilakukan, merupakan buntut dari pemutusan kerja secara sepihak, yang dilakukan oleh PT. Delta Cakra Persada.
“Kita tadi melakukan pertemuan dengan Direktur rumah sakit, menyangkut dengan pemecatan CS yang sudah kerja cukup lama.” Ujar Calvin.
Dikatakan, tutuntan yang dilayangkan kepada pihak RSUD, agar para pekerja CS bisa dikambalikan lagi untuk bekerja, sesuai kesepakatan.
Malvin menyebutkan, keputusan untuk memberhentikan mereka, adalah keputusan sendiri dari PT. Delta Cakra Persada, sementara pihak RSUD pun baru mengetahui terkait pemberhentian tersebut.
“Untuk sementara sesuai hasil pertemuan tadi, pihak RSUD akan memanggil pihak perusahaan, untuk konfirmasi ulang terkait nasib kita.” Tandas Malvin, yang menurtnya pihak RSUD juga meminta putra daerah yang telah dikeluarkan, harus dikembalikan untuk bekerja lagi.
Dirinya menambahkan, alasan pemberhentian yang dilakukan oleh PT. Delta Cakra Persada, adalah pengurangan tenaga kerja, akibat ketiadaan dana untuk pembayaran upah pekerja.
Terkait tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Malvin mengatakan, pertemuan akan dilanjutakan hari Rabu 7 Juni mendatang.
“Kita akan menunggu pertemuan berikut nanti hari Rabu, karena keputusan akan diambil hari itu. Setelah hasil pertemuan antara menejemen Rumah Sakit dengan pihak perusahan, untuk bagaimana mengembalikan teman-teman yang sudah dikeluarkan ini.” Paparnya.
Sementara itu, pihak RSUD yang akan dikonfirmasi terkait hal ini enggan berkomentar, dengan alasan. Akan ada pertemuan lanjutan pada tanggal 7 Juni nantinya.
(Har)








