Workshop IKM Bagi Guru SMP YPK di Kota Jayapura, Adalah Langkah Maju Yang Sangat Signifikan

Jayapura, Teraspapua.com – Workshop penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), kembali dilakukan Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) di tanah Papua, yang dikhususkan kepada kepala sekolah dan guru SMP YPK se-kota Jayapura.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Padang Bulan kota Jayapura, Selasa (21/11/2023) ini, selain dihadiri Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH dan Ketua Dewan Pengawas YPK, Dr. Kristhina R. I. Luluporo, S, IP, M. AP serta pengurus YPK lainnya, giat tersebut juga dihadiri Pj. Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi, SE, MM dan Kepala Dinas Pendidikan kota Jayapura, Abdul Majid.

Pj. Sekda kota Jayapura Robby Kepas Awi, saat membuka kegiatan Workshop tersebut mewakili Pj. Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M, Si dalam sambutannya mengatakan, IKM merupakan bagian integral dalam meningkatkan mutu pendidikan di kota Jayapura.

“Workshop yang dilaksanakan oleh BP YPK, adalah langkah maju yang sangat signifikan untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada siswa, tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga memberikan kebebasan dan kreativitas dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Workshop ini sangat memberikan dampak bagi anak-anak kita, anak-anak didik kita di Port Numbay,” tandas Robby Awi.

Robby Kepas Awi yang juga Koordinator BP YPK Wilayah I dan II menambahkan, pelaksanaan workshop ini sejalan dengan visi misi pemerintah kota Jayapura, untuk menciptakan generasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global yang berinovasi, sehingga memberikan ruang kepada sekolah dan guru, dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik masing-masing.

“Saya berharap workshop menjadi wadah yang produktif untuk bertukar ide, pengalaman dan strategi terbaik, dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada SMP YPK se-kota Jayapura.” Paparnya.

Ditempat yang sama ketua BP YPK di tanah Papua, Joni Y. Betaubun dalam sambutannya mengatakan, workshop ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya kegiatan yang sama juga dilakukan kepada guru-guru SMK dan SD YPK se kota Jayapura.

Betaubun menyebutkan, BP YPK menyadari bahwa sebaik apapun teknologi, tidak bisa menggantikan peran seorang guru.

“Teknologi yang saat ini kita nikmati, hanya untuk mempermudah kegiatan dan bukan untuk menggantikan peran bapak ibu guru.” Ujarnya.

Lanjut dikatakan Betaubun, BP YPK terus mendorong dan memastikan seluruh guru-guru YPK memahami substansi Kurikulum Merdeka dengan tepat.

Karena jelas Betaubun, kurikulum ini memberikan otonomi kepada guru, untuk merancang jenis kurikulum yang tepat untuk disampaikan kepada para siswa, sehingga dapat digunakan oleh sekolah-sekolah YPK sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.

Pada kesempatan ini Betaubun juga menegaskan, BP YPK sementara mengevaluasi kinerja kepala-kepala sekolah YPK di kota Jayapura. Untuk itu dirinya berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan workshop tersebut secara seksama, untuk meningkatkan mutu dan inovasi kepala sekolah dan tenaga kependidikan, di masing-masing sekolah.

“Marilah berinovasi dengan baik di sekolah-sekolah, karena bulan ini, kami akan melantik tiga kepala sekolah. Dan di awal tahun depan, kita akan evaluasi juga siapa yang berinovasi dan punya kemampuan mengurus sekolah, maka akan kita angkat menjadi kepala sekolah.” Tegas Betaubun.

Sementara itu, Joni Betaubun kepada awak media usai pembukaan workshop tersebut berharap, ilmu yang diterima oleh para guru, dapat diimplementasikan kepada para murid.

Dirinya juga menambahkan, kegiatan yang sama juga akan lakukan kepada sekolah-sekolah YPK yang ada di beberapa wilayah di Papua.

“Ada tiga agenda yang akan kita laksanakan di bulan Desember. Yaitu workshop di Papua Barat Daya, di Papua Selatan, maupun di Serui,” terang Betaubun.

Pada kesempatan yang sama , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid mengatakan, Profil Pelajar Pancasila dengan implementasi berakhlak dan beriman, sangat identik dengan sekolah YPK.

Abdul Majid meyakini, setelah kegiatan workshop ini sekolah-sekolah yang ada di bawah YPK akan semakin bermutu dan berdaya saing.

“Saya yakin, tidak butuh waktu lama, sekolah-sekolah YPK juga akan menunjukkan prestasi demi prestasi.” Pungkas Majid.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif, Dra. Christina Dwisunu Widyastuti, M.Pd, selaku ketua panitia menyebutkan, peserta workshop adalah kepala sekolah dan tenaga kependidikan dari 4 SMP YPK se-kota Jayapura, yakni SMP diaspora Kotaraja, SMP Paulus Dok 5, SMP Sion Padang Bulan dan SMP Sion Dok 8, dengan total peserta 85 orang.

Widyastuti menambahkan, guru-guru di sekolah YPK, kadang merasa tertinggal dari sekolah-sekolah negeri. Hal tersebut menurutnya, karena yang dipanggil oleh pemerintah untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, adalah guru-guru yang ada di sekolah negeri.

Oleh karena itu kata dia, BP YPK berinisiatif untuk melaksanakan workshop IKM , karena BP YPK tidak ingin guru-gurunya tertinggal dengan sekolah-sekolah lain.

“Ketika kami merasa bahwa kami ada di paling belakang atau paling bawah, kami tidak mau tertinggal. Oleh karena itu, kami mencoba membuat ini, agar guru-guru merasa percaya diri untuk melaksanakan kurikulum merdeka di sekolah-sekolah.” Tandas Widyastuti.

Kegiatan tersebut bertujuan agar para guru dapat lebih memahami dan mempersiapkan diri lebih awal dalam melaksanakan kurikulum merdeka.

Selain itu, dengan adanya workshop penguatan IKM diharapkan semakin memperkuat peran guru di era pendidikan, transformatif atau perubahan sehingga guru dapat menjadi agen perubahan dalam bidang pendidikan,” pungkasnya.

(har)