Raker Klasis Ditutup, Dua Hal Penting Disepakati, Pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay dan Pemberdayan

Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta Raker oleh Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Daniel J.Kaigere, SSi

Jayapura, Teraspapua.com – Selama dua hari Rapat Kerja (Raker) Klasis GKI Port Numbay digelar di Jemaat GKI Petera Nafri, sejak 27 hinggah 28 November 2023, akhirnya berkhir dan di tutup secaca resmi oleh Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. Selasa (28/11/2023) malam.

Dalam momen acara penutupan itu, diserahkan juga SK Pantia kepada jemaat GKI I.S Kijne Sborhoinyi sebagai tuan rumah Raker Klasis II yang bakal di gelar tahun 2024. Yang diterimah oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. O. Bano, S.Th, dan dilanjutkan kepada Ketua panitia Raker II, Joni. Y. Betaubun, SH, MH.

Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Daniel J.Kaigere, SSi saat menutup Raker mengatakan, sejak hari pertama sampai hari kedua dengan sejumlah diskusi dan perhatian kita kepada pokok-pokok perencanaan, program yang akan di lakukan pada tahun 2024 nanti.

“Tetapi juga kita telah ada dalam evaluasi bersama di dalam pelayanan-pelayanan yang dikerjakan, dan kita boleh mendapat gambaran itu melalui lingkungan-lingkungan yang secara umum disampaikan kepada kita dalam Raker ini,” kata Daniel Kaigere.

Foto bersama Ketua Panitia Raker II GKI Port Numbay, Ketua Majelis Jemaat GKI I.S Kijne Sborhoinyi dan Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay

Dikatakan, apa yang menjadi harapan kita melalui rapat kerja ini yang kemudian akan dilanjutkan dalam rapat kerja (Raker) Sinode pada bulan Januari tahun 2024.

yang kemudian akan kita kerjakan bersama dalam fungsi, tugas dan tanggung jawab di masing-masing lingkup yaitu jemaat, Klasis, dan lingkup Sinode,” sambungnya

“Apapun yang kita kerjakan sebagai program-program dasar yang merupakan kebutuhan di dalam jemaat, maupun kebutuhan-kebutuhan keluar jemaat atau di dalam gereja dan yang harus kita kerjakan di luar gereja,” jelas Kaigere.

Baiklah ujar Kaigere, kita melakukan itu dalam semangat tema 5 tahunan kita 2022-2027 yang juga menjadi tema rapat kerja I Klasis GKI Port Numbay. “Kasi Krostus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Perdamaian Keadilan dan Kesejahteraan”.

Ditambahkan, walaupun ada tiga pokok penting dalam tema ini yaitu, keadilan, perdamaian dan kesejahteraan, tetapi sesungguhnya pokok yang terakhir yaitu kesejahteraan, merupakan akibat dari dua pokok yaitu, keadilan dan perdamaian.

“Tema ini adalah roh yang diharapkan menggerakkan kita dalam satu periodisasi pelayanan ini, 2022-2027, apapun yang kita kerjakan di Jemaat, Klasis dan Sinode, harus mendapat kekuatan atau dikerjakan atas semangat ini yaitu, semangat keadilan dan perdamaian,” papar Kaigere.

Menurutnya, tema ini diangkat berdasarkan realita Tanah Papua yang kita alami baik, waktu ini maupun waktu-waktu sebelumnya, bahwa segala hal dalam perjumpaannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bergereja kita menjumpai hal-hal yang bertentangan dengan keadilan dan dengan perdamaian.

oleh sebab itu, ini harus menjadi yang mempengaruhi dan yang menggerakkan serta menjadi tujuan atau gold dari segala bentuk pelayanan persekutuan dan kesaksian gereja yang kita kerjakan di Jemaat, Klasis dan Sonode.

“Jadi apapun yang kita rencanakan di dalam sidang-sidang Jemaat, harus ada semangat perdamaian dan keadilan, sebab semangat ini berkaitan dengan realitas kita hari ini. Realita kita hari ini membutuhkan kita bergerak dalam roh keadilan dan kedamaian,” pungkasnya.

ini yang diharapkan roh menggerakkan seluruh program-program kita apapun bentuk kegiatan kita di Jemaat goalnya itu harus arahnya ke sana,” tandasnya.

Ditempat yang sama Andris Welfianus Tjoe, M.Th juga mengatakan, selama dua hari Klasis GKI Port Numbay melaksanakan Rapat Kerja I.

“Kami membahas program-program, yang sudah di laksanakan di tahun 2023, tapi juga proyeksi program-program untuk tahun 2024, termasuk di dalamnya juga laporan-laporan keuangan,” terang Tjoe.

Nah, hasil dari penyampaian proyeksi ataupun laporan-laporan itu kami telah menetapkan beberapa hal yang nanti menjadi penting untuk kami kerjakan. Pertama itu, dalam persentase-presntase kemarin kami sepakat untuk pembangunan kantor Klasis GKI Port Numbay,

Yang kedua, laporan laporan program yang akan dilaksanakan di tahun 2024 fokus kami di tahun 2024 itu adalah pemberdayaan.

Dikatakan, pemberdeyaan terhadap potensi-potensi yang ada di dalam jemaat, baik yang ada di dalam jemaat, ini yang hendak dikerjakan pada tahun 2024.

Tjoe pada kesempatan itu memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada seluruh peserta selama 2 hari dengan tekun, setia untuk mengikuti dan memberikan arah, pikiran-pikiran yang segar, baik untuk memboboti program pelayanan kami yang sudah kami kerjakan pada tahun 2023.

“Tapi juga memboboti, program pelayanan di tahun 2024. dan ini bagus sekali karena terlibat langsung Jemaat memberikan saran, usul yang memberikan bobot terhadap laporan-laporan kami,” ungkap Tjoe.

Ketua Panitia penyelenggara Raker Klasis GKI Port Numbay, Robby Kepas Awi, SE, MM yang juga Penjabat Sekda Kota Jayapura

Sementara Ketua Panitia penyelenggara, Robby Kepas Awi, SE, MM yang juga Penjabat Sekda Kota Jayapura menyampaikan terima kasih kepada Badan Pekerja Klasis Port Numbay, yang memberikan kepercayaan kepada Jemaat GKI Petra Nafri untuk menjadi tuan dan nyonya pelaksanaan Rapat Kerja Klasis selama 2 hari, sejak 29 hinggah 28 November 2023.

“Oleh karena itu, kami panitia didukung oleh Keondoafian, Kepala Suku dan seluruh masyarakat Kampung Nafri dan juga PHMJ Petra Nafri, dan seluruh Majelis Jemaat, kami telah bekerja semaksimal mungkin sehingga pelaksanaan Raker ini telah berjalan dengan baik,”ucapnya.

Kami menyampaikan terima kasih kepada Tuhan dan juga kepada semua panitia, pemerintah yang memberikan dukungan sehingga Raker ini bisa berjalan dengan baik.

Robby menambahkan, dengan kegiatan Raker Klasis ini, ada hasil dari usaha-usaha bagi keluarga di Kampung Nafri, dan itu sangat positif, karena juga memberikan pendapatan bagi keluarga dan juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Nafri,” pungkas Robby.

(Har/Riko)