Jayapura, Teraspapua.com – Setiap tahun anggran, pemerintah kota (Pemkot) Jayapura diwajibkan untuk melaporkan semua kegiatan kepada Inspektorat maupun ke KPK secara online, yang nantinya akan dijadikan penilaian.
Namun setelah dilakukan evaluasi terhadap Sistem Keuangan Desa (SIKEUDES), didapati bawa Sikeudes di kota Jayapura, belum terkoneksi secara online.
Hal ini disampaikan Pj. Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, saat membuka kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa melalui Bimtek Sistem Keuangan Desa berbasis online, sekaligus melaunching aplikasi tersebut, yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) kota Jayapura, Kamis (07/12/2023).
Robby Kepas Awi di kesempatan tersebut mengatakan, penerapan SIKEUDES berbasis online ini, menjadi sutu langkah inovatif dalam meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.
Sehingga kata dia, SIKEUDES bukan hanya menjadi alat bantu pengelolaan administrasi keuangan desa, tetapi juga menjadi sarana untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Bimtek ini juga bertujuan untuk mewujudkan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan Kampung, agar penyampaian laporan SIKEUDES nantinya, dapat di koneksikan dengan SIKEUDES pada inspektorat kota Jayapura.” Ujar Robby Awi.
Komitmen pemerintah kota Jayapura untuk membawa perubahan positif dalam tata kelola keuangan Kampung melalui platform ini, lanjut Robby Awi. Agar transaksi keuangan Kampung dapat dilakukan secara lebih mudah, akurat dan terkontrol.
Sehingga diharapkan, keberadaan SIKEUDES bukan hanya sekedar aplikasi, namun sebuah instrumen untuk memberdayakan Kampung-kampung di Port Numbay.
Untuk itu dirinya berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, terutama bendahara, operator dan juga Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam).
“Diharapkan, sistem ini dapat diimplementasikan di Kampung, terutama para bendahara, harus mengikuti kegiatan ini dengan serius. Semoga langkah ini menjadi titik awal perubahan yang besar dalam pengelolaan dana Kampung di kota ini.” Pungkas Robby Awi.

Sementara itu kepala DPMK kota Jayapura, Maksi Atanay dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyebutkan, maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, adalah menerapkan aplikasi SIKEUDES berbasis online, untuk pengelolaan keuangan Kampung pada 14 Kampung di kota Jayapura.
Sementara untuk peserta yang mengikuti Bimtek, terdiri dari Bendahara Kampung, Operator dan Tim Pendamping yang berasal dari Tim IT DPMK.
“Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah, terwujudnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada 14 Kampung di kota Jayapura.” Tandas Maksi.
(elo)









