Senjata di Rampas KKB, Kapolda Minta Kapolres Puncak Evaluasi Personilnya

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Jayapura,Teraspapua.com – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta Kapolres Puncak untuk mengevaluasi personelnya, karena di nilai lalai sehingga sepucuk senjata api jenis SSI milik KP3 Udara Puncak di rampas KKB pimpinan wilayah Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Kamis (1/2).

Irjen Fakhiri telah menegakas kepada seluruh personel Kepolisian untuk tidak membawa Senjata Api, jika sudah selasai bertugas apalagi kalau kepasar.

banner 325x300

“Tentunya kapolres harus evaluasi para personilnya, sudah perintahkan kalau senjata api tidak boleh dibawah kepasar. Karena lapornnya personil ini sudah selesai melaksanakan tugas, kemudian pulang namun mampir dipasar, disitulah senjata itu dirampas,” jelasnya.

“Kapolres untuk cek betul, apakah setiap saat Kapolsek dan anggotanya membawa Senjata api, masyarakat diatas melihat dan memata matai kita ini harus di hindari,” terangnya.

Lanjut Fakhiri menyebut kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Gome, Kabupaten Puncak yang selalu mencari Senjata dan amunisi.

“Mereka tidak segan-segan membunuh anggota, ini kejadian terulang tahun 2014 lalu anggota polisi kawal mengambil kursi untuk natal malah di habisi, sehingga kita harus lebih berhati-hati,” tandasnya.

Sebelumya di beritakan peristiwa perampasan Senjata Api terjadi ketika Kapos Pol KP3 Udara Ipda Slamet M. Korisano bersama 2 personel hendak mengantarkan kendaraan roda 2 milik Dinas BKD dari Bandara Ilaga menuju Kompleks Pasar menggunakan truk.

Saat tiba di lokasi kejadian, segera terjadi serangan oleh KKB yang secara cepat membuka pintu truk dan merampas senjata api milik personel tersebut.