Warga KKMU Provinsi Papua Gelar Natal Bersama

Oplus_0

Jayapura,Teraspapua.com – Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Provinsi Papua, gelar Natal bersama, dengan mengusung Tema : “Marilah Kita Bersama – Sama ke Betlehem. Dan Sub tema : Dari Betlehem menuju ke tanah Papua.

Natal yang berlangsung di Zip Asana Hotel, Kamis (12/12/2024) malam, Pdt Marthen Mauri dalam khotbahnya mengatakan Yesus datang untuk semua dan semua untuk Yesus. Sehingga Natal bukan untuk kita saja, tetapi untuk semua lapisan masyarakat.

“Sukacita Natal bukan karena kue dan minuman yang banyak, tetapi suka cita Natal adalah berkumpulnya sekeluarga untuk memuji Tuhan,” terang Pdt Mauri.

Dengan sub tema malam ini, “Dari Betlehem menuju ke tanah Papua”. Lanjut kata Pdt Mauri, berarti orang – orang Maluku Utara yang ada di Papua adalah bagian dari tanah Papua.

Pdt Mauri pun berpesan, dimana bumi di pijak disitu langit di junjung, orang – orang Maluku Utara wajib membangun dan berkontribusi mengisi pembangunan di Tanah Papua.

“Jika ingin KKMU ini akan menjadi kuat, harus hidup rukun dengan sesama,”tandasnya.

Sementara itu, Asisten III Kota Jayapura, Fredik Awarawi manambahkan, Natal tahun ini sebagai pengurus dan anggota KKMU mari kita kembali merenung jejak pelayanan kita selama ini, apa yang kita  telah kita perbuat untuk Tuhan.

“Saya percaya, bahwa selama ini kita telah berupaya melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Namun dengan keterbatasan kita, tentu tidak akan luput dari setiap kekurangan bahkan kelalaian Namun pada Natal ini, saya mengajak kita untuk saling mengisi dan memahami antara satu dan yang lain, agar pelayanan kita terus berjalan dengan baik. Serta yang terpenting Iman kita semakin bertumbuh dewasa bersama Kristus,” ujar Awarawi.

Ditambahkan Awarawi, apapun yang kita sudah lalui tahun ini merupakan proses Tuhan membuat Iman kita semakin baru dan bentuk pelayanan yang kokoh di KKMU.

Kepala biro tata pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda Provinsi Papua : Jimmy S. Wanimbo, SH.,M.Ec.Dev menghimbau, sebagai warga Papua kita diingatkan tetap menjaga kewaspadaan. Tidak hanya kepada kehidupan rohani kita saja melainkan juga perkembangan dunia sosial, ekonomi dan politik di sekitar kita.

Untuk itu saya mengajak kita bersama -sama mewujudkan Papua yang aman, damai, sejahtera dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan.

“Mari kita menjadikan kewaspadaan sebagai pondasi, dalam setiap langka yang kita ambil baik dalam kehidupan sehari-hari. Dan selalu berpegang pada nilai – nilai kebenaran Kasih dan keadilan,” pungkasnya.

(mami)