banner 325x300
DAERAH  

Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M Digelar di Biak Numfor

Biak, Teraspapua.com – Dalam rangka memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai ujung tombak peningkatan kesehatan peserta didik, Yayasan Jenewa Madani Indonesia bekerja sama dengan UNICEF serta Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikdaya) menggelar kegiatan Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M. Kegiatan ini berlangsung di Grand Ballroom KSL Kabupaten Biak Numfor, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kolaborasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Makan Bergizi Gratis (MBG) Papua Genius yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor. Program ini bertujuan untuk memastikan integrasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung kesehatan anak usia sekolah.

Kepala Dinas Dikdaya Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau 27 sekolah di Kabupaten Biak Numfor dan ke depan akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lainnya. Seiring dengan meningkatnya cakupan program MBG, perhatian terhadap isu kesehatan, khususnya terkait gizi dan keamanan pangan, menjadi semakin penting.

“Program MBG ini langsung masuk ke sekolah-sekolah. Oleh karena itu, kita harus memastikan kualitas gizi makanan yang diberikan kepada siswa serta keamanan pangannya benar-benar terjaga. Di sinilah peran UKS menjadi sangat strategis sebagai pintu masuk penguatan kesehatan di lingkungan sekolah,” ujar Kamaruddin.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya mendorong pembentukan dan penguatan tim UKS di 27 sekolah dasar sasaran program MBG. Setiap tim UKS akan dipimpin oleh kepala sekolah dan dibantu oleh guru sebagai pelaksana kegiatan UKS di tingkat satuan pendidikan.

Selain di tingkat sekolah, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga akan membentuk Tim Pembina UKS/M di tingkat kabupaten yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, serta Sekretariat Daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Tim ini nantinya akan ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Biak Numfor.

Menurut Kamaruddin, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan revitalisasi UKS/M, mengingat intervensi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek pendidikan, tetapi juga kesehatan dan tata kelola pelayanan di sekolah. Ia mencontohkan pengelolaan makanan dalam program MBG, mulai dari penyimpanan makanan, pengamanan dari mikroba dan kuman, pembiasaan cuci tangan sebelum makan, hingga edukasi kepada siswa agar tidak memilih-milih makanan.

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa makanan yang mereka terima bukan semata-mata soal selera, tetapi merupakan kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Menu yang disajikan sudah melalui rekomendasi ahli gizi, dan edukasi seperti ini sangat tepat dimulai melalui UKS,” tegasnya.

Sementara itu, Nutrition Manager Yayasan Madani Indonesia untuk Program Papua Genius, Safa Syahrani, menyampaikan bahwa revitalisasi UKS/M merupakan langkah strategis dalam membangun sistem kesehatan yang kuat di lingkungan sekolah. Menurutnya, UKS bukan sekadar ruang kesehatan, tetapi sebuah sistem yang menjadi wadah pelaksanaan berbagai program kesehatan di sekolah.

“Kami memandang UKS sebagai sebuah sistem. Jika ingin membangun kesehatan anak di sekolah, maka kita membutuhkan wadah yang kuat dan berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penguatan dan revitalisasi dimulai dari tingkat kabupaten melalui tim pembina, kemudian langsung hadir di sekolah sebagai tim pelaksana,” jelas Safa.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan sekolah intervensi Program Papua Genius yang dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project). Ke depan, tidak menutup kemungkinan jumlah sekolah sasaran akan bertambah sesuai dengan hasil evaluasi dan kesiapan daerah.

Kegiatan penguatan dan revitalisasi UKS/M ini turut dihadiri oleh para kepala sekolah, guru pelaksana UKS, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesra, serta Kementerian Agama. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan peserta didik.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menyiapkan wadah koordinasi yang berkelanjutan melalui Tim Pembina UKS. Dengan demikian, program-program kesehatan di sekolah dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan,” pungkas Safa.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap UKS/M dapat kembali aktif dan berfungsi secara optimal sebagai pusat edukasi kesehatan di sekolah, sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan peserta didik di Kabupaten Biak Numfor.

(Hdk/Har)