banner 325x300

Para Janda dan Anak Yatim Hadiri Doa Bersama di Kediaman Joni Y. Betaubun

Foto bersama Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun dengan para janda (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Senja perlahan turun di Perumahan Puri Kencana, Kotaraja, Kota Jayapura. Di pelataran sebuah rumah, ratusan janda dan anak yatim berkumpul. Wajah-wajah yang semula lelah oleh kerasnya hidup, perlahan berubah menjadi senyum hangat saat doa dan kebersamaan dimulai.

Di tempat sederhana itu, Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, bersama keluarganya kembali menggelar program bulanan, ibadah, doa, dan makan bersama, Jumat (13/2/2026). Sebuah kegiatan yang bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang berbagi kasih dan penguatan bagi mereka yang sering kali terpinggirkan.

Suasana terasa akrab. Tanpa sekat, para janda dan anak-anak duduk berdampingan, menikmati kebersamaan yang jarang mereka rasakan dalam keseharian. Tawa kecil anak-anak berpadu dengan sapaan hangat para ibu, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental.

Bagi banyak dari mereka, momen ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang dihargai dan diingat.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun saat memberikan sambutan (foto Harley/Teraspapua.com)

“Setiap bulan kami berkumpul di sini, berdoa bersama, makan bersama. Semua janda kami undang tanpa membedakan. Dalam iman, semua sama,” ujar Joni Betaubun dalam sambutannya.

Ia menuturkan, program ini lahir dari kesadaran bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang hadir bagi orang lain. Baginya, berbagi bukan soal besar atau kecilnya pemberian, melainkan ketulusan.

Malam itu, selain santapan sederhana yang disantap bersama, para janda dan anak yatim juga menerima bantuan berupa beras 5 kilogram serta sejumlah uang dalam amplop. Nilainya mungkin tak besar, tetapi cukup untuk membantu kebutuhan beberapa hari ke depan.

“Pulang nanti, buka amplop dengan doa. Tidak perlu lihat besar atau kecilnya, yang penting itu berkat. Setiap bulan, saya usahakan tetap ada untuk mama-mama dan anak- anak,” katanya.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota legislatif dan pelayan gereja, termasuk perannya sebagai Ketua BP YPK di Papua, Joni Y. Betaubun mengaku tetap berkomitmen menjaga program ini. Bahkan ketika harus membagi waktu dengan berbagai agenda, termasuk urusan keluarga dan pelayanan, kegiatan ini tetap diupayakan berjalan.

Baginya, pelayanan seperti ini bukan beban, melainkan panggilan. “Kalau Tuhan kasih, kita harus jadi saluran berkat. Jangan pernah menolak kesempatan untuk memberi,” tuturnya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan sosial dan spiritual. Joni berharap, melalui persekutuan rutin ini, anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang baik, terhindar dari pergaulan bebas, serta memiliki arah hidup yang jelas.

 

Sementara itu, rasa haru dan syukur terpancar dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Kori Momot Olua, yang mewakili para janda.

“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi kami sangat berarti. Ini membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mendoakan agar keluarga Joni Y. Betaubun senantiasa diberkati dan terus menjadi berkat bagi banyak orang.

“Kiranya Tuhan selalu menjaga dan memberkati keluarga ini. Apa yang diberikan kepada kami, menjadi kekuatan bagi kehidupan kami,” tambahnya.

Malam itu, pelataran rumah itu bukan sekadar tempat berkumpul. Ia menjelma menjadi ruang harapan, tempat di mana kasih dibagikan, doa dipanjatkan, dan kepedulian menemukan maknanya.

Di tengah berbagai keterbatasan, kebersamaan sederhana itu menjadi pengingat: bahwa perhatian kecil, ketika diberikan dengan tulus, mampu menghadirkan kehangatan yang besar dalam kehidupan banyak orang.

(Har/Rck)