Jayapura, Teraspapua.com – Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Upacara Yudisium Periode IV Tahun 2026 bagi 67 lulusan Program Sarjana (S1) dan Magister Ilmu Hukum (S2) yang berlangsung di Ruang Kuliah Magister Ilmu Hukum, Kampus Abepura, Jayapura, Jumat (23/10/2026).
Prosesi yudisium ditandai dengan pengesahan kelulusan oleh Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H., , didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Martinus Mambaya, S.H., M.Hum., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Daniel Tanati, S.H., M.H., serta Koordinator Program Studi (Prodi).
Sebanyak 67 peserta dinyatakan lulus, terdiri atas 52 lulusan Program Sarjana (S1) reguler, 10 lulusan S1 nonreguler, dan lima lulusan Program Magister Ilmu Hukum (S2).
Para lulusan tersebut berhak menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.) setelah dinyatakan memenuhi persyaratan akademik dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pengesahan kelulusan, Dekan Fakultas Hukum Uncen menyatakan bahwa peserta yang namanya tercantum dalam keputusan kelulusan telah memenuhi persyaratan akademik dan administratif untuk memperoleh gelar sesuai program pendidikan yang ditempuh.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para lulusan dapat memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab profesional di masa mendatang.
Dr. Yustus Pondayar dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan pada Program Sarjana Ilmu Hukum dan Program Magister Ilmu Hukum.
Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni akademik atau penetapan kelulusan secara administratif. Lebih dari itu, momentum tersebut menandai berakhirnya satu tahap perjuangan sekaligus dimulainya tanggung jawab baru sebagai lulusan pendidikan tinggi di bidang hukum.
Ia menegaskan, gelar akademik yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan bagi lulusan dan keluarga, tetapi juga mengandung tanggung jawab untuk menggunakan ilmu secara bijaksana, menjunjung tinggi etika, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu hukum bukan sekadar gelar, tetapi amanah untuk membela yang lemah, menegakkan supremasi hukum, dan membangun Papua yang adil serta bermartabat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Yustus mengatakan, keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, ketekunan, pengorbanan, pembelajaran, penelitian, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, juga tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak yang mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan studi.
Karena itu, ia meminta para lulusan untuk senantiasa menghargai dukungan tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk mengembangkan diri serta mengabdikan ilmu bagi kepentingan masyarakat.
Kepada para orang tua dan keluarga, pimpinan fakultas juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Fakultas Hukum Uncen dalam mendidik putra-putri mereka.
Yustus menekankan bahwa lulusan Fakultas Hukum Uncen memiliki tanggung jawab untuk ikut menjawab berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat Papua.

Menurutnya, para lulusan harus mampu memahami persoalan hukum tidak hanya dari sudut pandang peraturan perundang-undangan, tetapi juga dengan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Ia berharap para sarjana dan magister hukum dapat menjadi penghubung antara hukum negara, nilai-nilai kemanusiaan, dan hukum adat Papua.
Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat diterapkan untuk membantu masyarakat memperoleh keadilan dan menyelesaikan persoalan hukum secara bertanggung jawab.
Dekan juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan almamater di mana pun mereka bekerja atau mengabdi.
Integritas, disiplin, kompetensi, kepedulian sosial, dan kemampuan memberikan solusi harus menjadi karakter yang melekat pada lulusan Fakultas Hukum Uncen.
Ia juga meminta para lulusan untuk terus belajar karena perkembangan hukum berjalan seiring dengan perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat.
Kelulusan, kata dia, bukan akhir dari proses pendidikan. Para lulusan harus tetap memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan agar dapat menghadapi tantangan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain menyampaikan pesan kepada para lulusan, Yustus memaparkan upaya Fakultas Hukum Uncen dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan.
Ia mengatakan, fakultas terus melakukan pembenahan, termasuk pengembangan dan penyempurnaan kurikulum, pembangunan zona integritas, serta peningkatan kualitas akreditasi.
Menurutnya, peningkatan mutu fakultas membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.
Upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya menjelang proses penilaian, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja dan kegiatan akademik sehari-hari.
Yustus menjelaskan bahwa mutu dan akreditasi perguruan tinggi berkaitan dengan berbagai aspek, termasuk kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kerja sama, serta capaian lulusan.
Karena itu, ia mengajak seluruh unsur di lingkungan Fakultas Hukum Uncen untuk memperkuat kolaborasi, menjaga konsistensi, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing demi mewujudkan institusi pendidikan hukum yang profesional, berintegritas, dan terpercaya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran alumni dalam mendukung peningkatan mutu fakultas. Keberhasilan alumni di dunia kerja, kontribusi mereka di tengah masyarakat, serta keterlibatan dalam kegiatan akademik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara lulusan dan almamater.
Yustus berharap para peserta yudisium tetap menjaga komunikasi dengan fakultas, berpartisipasi dalam pendataan alumni, serta mendukung berbagai program pengembangan institusi pada masa mendatang.
Dalam sambutannya, Yustus turut menyampaikan perkembangan program pendidikan di Fakultas Hukum Uncen, termasuk keberadaan Program Magister Kenotariatan dan Program Doktor Ilmu Hukum.
Menurutnya, pengembangan program pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya akademik, meningkatkan kapasitas penelitian, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum.
Ia berharap Fakultas Hukum Uncen terus berkembang menjadi pusat pendidikan hukum yang unggul, berintegritas, berkeadilan, dan mampu bersaing.
Penguatan pendidikan hukum dinilai penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat dan perkembangan persoalan hukum di Papua.
Di tengah dinamika hukum nasional dan persoalan hukum di daerah, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, Yustus meminta para lulusan agar tidak melupakan almamater serta terus menjaga hubungan dengan fakultas sebagai bagian dari upaya membangun jaringan akademik dan profesional.
Menutup sambutannya, Yustus kembali berpesan agar para lulusan terus belajar, berkarya, menjaga integritas, dan mengabdikan ilmu bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya dalam mendukung pembangunan hukum dan keadilan di Tanah Papua.
Ia berharap gelar yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk menjalankan profesi secara bertanggung jawab serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan dan nilai-nilai etika yang diperoleh selama pendidikan, para lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun kehidupan hukum yang adil, menjunjung martabat manusia, dan menghormati kearifan lokal masyarakat Papua.
Sementara itu, perwakilan lulusan, Vicky Ricky Setyawan, menyampaikan terima kasih kepada Dekan, para wakil dekan, dosen, dan seluruh pihak yang telah membimbing serta mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan selama proses perkuliahan hingga para mahasiswa dapat menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium.
Bagi para lulusan, momentum tersebut menjadi hasil dari perjuangan akademik yang melibatkan ketekunan, dukungan keluarga, serta bimbingan para tenaga pendidik.
Yudisium Periode IV Tahun 2026 pun menjadi awal bagi 67 lulusan Fakultas Hukum Uncen untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik dalam dunia kerja, profesi hukum, maupun pengabdian kepada masyarakat.
(HAR)















