Pengobatan Tradisional Mesti Diberikan Ruang di Rumah Sakit

Jayapura,Teraspapua.com – Forum Kerja (Foker) Pengelolaan Sumber Daya Alam Papua (PSDA) dorong agar pengobatan tradisional mesti diberikan ruang dirumah sakit yang ada di papua.

Demikian peenyataan tersebut disampaikan oleh Jhon NR Gobay, didampinggi Yos Wali, Roby P Kbarek kepada media ini, Jumat (26/03/2021).

Dikatakan Goby, setelah kami Foker PSDA Papua berdiskusi bersama Kasie Kesehatan Tradisional Dinkes Provinsi Papua Yusuf Wona, dirinya mengungkapkan pengobatan alternatif sering menjadi rujukan bagi sebagian pasien di Papua.

Pengobatan alternatif adalah Doa dan Ramuan ramuan serta therapy, namun pengobatan ini kurang mendapat perhatian. “Adapun pengobatan tradisional terdapat 4 jenis yakni, Akupuntur, Akupresor, Herbal, Spa, dan Doa”, jelasnya.

Saat ini kita sering jumpai pengobatan alternatif asal China, banyak di Kota-kota yang ada di Papua, lalu bagaimana dengan mereka yang mendapatkan karunia dan pengobatan alternatifnya di Papua, tanya Wona ?.

Menyambung penjelasan dari Yusuf Wona, Gobay mengatakan, kondisi real dalam masyarakat tidak bisa dibantah ada pengobatan umum, dengan obat kimia dan pengobatan tradisional, kita selama ini hanya sering menjumpai pengobatan China seperti, Shinse, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan mereka yang lain,  yang memang ada dalam masyarakat dapat menjadi tabib atau dokter sama dengan Tuhan Yesus, dan mengetahui tanaman- tanaman obat yang dapat menyembuhkan orang sakit.

Hal ini pernah dilakukan pada tahun 1990an di Polik Taruna Bakthi Waena oleh Bruder Alo Da Proma saat praktek pasiennya banyak.

Dijelaskan Gobay, kalau kita melihat Dasar Regulasi Pemerintah berdasarkan fakta yang ada telah mengatur dalam UU No 36 Ta­hun 2009 tentang Kese­hatan, diatur tentang pelayanan kesehatan tradi­sional, termasuk salah satu dari 17 jenis upaya kese­hatan yang harus terselenggara secara terpadu, menyeluruh dan ber­kesinambungan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, lanjut Gobay dalam PP 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional juga diatur pelayanan kesehatan tradisional alter­natif dan komplementer dilak­sanakan secara sinergi dan integrasi dengan pelayanan kesehatan. Diarahkan untuk pengembangan lingkup ke­ilmu­annya supaya sejajar de­ngan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, kami Foker PSDA Papua menyarankan, yang pertama, Perlu ada kebun tanaman obat, kemudian yang kedua, pusat Pasca Panen Tanaman Obat di Papua.

Hal yang ketiga, perlu dilakukan simplisia tanaman alami, agar rumah sakit di Papua disediakan sebuah Gedung atau Ruangan bagi mreka yang dapat melakukan pengobatan tradisional untuk mengobati orang sakit, tentu dengan pendampingan serta adanya sertifikasi dari Kementrian Kesehatan atau Dinas Kesehatan sehingga terwujud Rumah Sakit terintegrasi di Papua, tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Papua  Bapa Dr.Roby Kayame,

Menanggapi masukan foker PSDA Papua Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr.Roby Kayame, menjelaskan telah menyediakan lahan untuk membuat kebun tanaman obat.

“Nantinya hasil dari kebun tanaman obat itu, akan diolah menjadi ramuan tradisional”.

Kedepannya, kita juga akan usahakan membangun rumah sakit preventif didalam ada pengobatan tradisiona, pungkasnya.

(Matu)