Wakil Ketua BP AM Sinode GKI – Wali Kota Jayapura Canangkan Pembangunan Gedung Gereja GKI I. S. Kijne Sborhoinyi

Wakil Ketua BP AM Sinode, Pdt. Hiskia Rollo dan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat mencanangkan dimulainya pembangunan gedung Gereja baru Jemaat GKI I. S. Kijne Sborhoinyi

Jayapura, Teraspapua.com – Wakil Ketua BP AM Sinode, Pdt. Hiskia Rollo dan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano sama – sama mencanangkan dimulainya pembangunan gedung Gereja baru Jemaat GKI I. S. Kijne Sborhoinyi ditandai dengan pembukaan selubung papan nama proyek, Selasa (25/5/2021).

Terpantau, pencanangan ini bersamaan juga dengan syukuran Hari Ulang Tahun ( HUT ) jemaat yang ke – 20.

Kebenaran Firman Tuhan pada dua momen ini disampaikan Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Hein Carlos Mano yang merupakan pelayan pertama di jemaat ini. Firman Tuhan yang menjadi perenungan yaitu dari 1 Tawarik 29 : 1 – 9 dan Yohanes 6 : 9 – 12.

Dalam khotbah, Carlos Mano mengajak warga jemaat untuk HUT ke- 20 sekaligus pencanangan pembangunan gedung gereja baru ini untuk merenungkan dua bagian ayat Firman Tuhan ini.

“Tidak ada sungut – sungut, tapi semua pemberian alhasil adalah sukacita. Untuk pembangunan rumah Alllah itu, maka seluruh pikiran, kegiatan kita harus taru Tuhan di depan,” cetusnya.

Kareran Tuhan saya ada, untuk Tuhan saya bekerja. Maka itu pembangunan bait Allah mestinya dilakukan dengan sepenuh hati,” ajaknya.

Sementara itu Wali Kota, Benhur Tomi Mano dalam sambutan berpesan kepada jemaat dan majelis Sborhoinyi, pembangunan gedung Gereja ini adalah komitmen yang telah diambil dalam keputusan sidang jumat.

“Inilah komitmen jemaat untuk membangun rumah Tuhan, bait Allah di tempat ini. Ingat, kita bukan bangun rumah pribadi kita, biji mata Allah akan ada di tempat ini,” kata Tomi Mano.

Untuk itu lanjut Tomi Mano, komitmen ini harus dijaga dengan baik. Apa yang terikat di bumi terikat surga.

Untuk itu kata Tomi Mano, harus dimulai dari jemaat untuk membangun bait Allah ini. “17 tahun peletakan batu pertama dilakukan di tempat ini,” sambungnya.

“Jangan main – main dengan pembangunan ini, sembari mengingatkan kepada jemaat bahwa pembangunan ini di situasi pandai covid – 19,” terangnya.

Jemaat ini juga lanjutnya, pasti kekurangan sehinggah mau memberikan sumbangan pun pikir-pikir dua kali, tapi ini tantangan bagi jemaat,” ujarnya.

Untuk itu, pembangunan ini sudah harus dimulai dan jangan ditunda harus komitmen. Selain itu diingatkan juga, harus ada transparansi dalam keuangan gereja, terutama untuk pembangunan ini.

“Harus ada papan informasi yang dipasang di lokasi pembangunan, begitu juga setiap dana yang masuk harus di wartakan agar jemaat mengetahui itu,” jelasnya.

Bahkan yang terpenting, panitia harus bekerjasama dan jangan saling baku sikut. Harus membentuk tim doa, setiap hari sabtu jam 07.00 Wit harus berdoa di lokasi pembangunan,”pungkasnya.

Pemerintah kota akan membantu dana awal sebesar Rp500 juta untuk menunjang pembangunan.

Ditempat yang sama Wakil Ketua BP AM Sinode, Pdt. Hiskia Rollo menekankan, warga jemaat GKI I. S.Kijne adalah modal dasar rumah utama dari pembangunan gedung Gereja ini.

” Mari berikan apa yang ada padamu maka Tuhan akan mengerjakan dengan cara- Nya sendiri, atas ketidakmampuan kita untuk menuntun siapa yang mampu untuk datang ke pelataran rumah Allah untuk memberikan apa yang layak mereka berikan,” ujarnya.

Karena itu lanjut Hizkia, ada orang samaria yang murah hati.

Wakil Ketua Sinode juga mengingatkan, pondasi utama adalah pada warga gereja walaupun kecil tapi mereka adalah dasar utama dari pembangunan, ” tukasnya.

(Let)