PAPUA  

40 Orang Anak Adat Suku Lani Siap Mati Bela Lukas Enembe

Jayapura,Teraspapua.com – Ketua Koalisi Rakyat Papua for Lukas Enembe, Diaz Gwijangge, serahkan pernyataan sikap kepada DPR Papua. Pernyataan sikap itu diserahkan langsung kepada Wakil ketua I DPR Papua, Yunus Wonda, di ruang kerjanya, Senin (3/10/2022).

Adapun isi pernyataan sikap tersebut yang disampaikan Diaz Gwijangge bahwa keluarga Bapak Lukas Enembe, sehubungan dengan adanya upaya panggilan paksa terhadap anak kami Lukas Enembe, sesuai penetapan tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu untuk disidik.

Izinkan kami selaku Adat Suku Lani dan Gereja Gidi di Tanah Papua, menyampaikan pandangan hukum adat kami bahwa Pak Lukas Enembe, belum bisa keluar dari rumah dikarenakan adat kami tak mengijinkan orang sakit, anak-anak dan perempuan ‘berperang’. Maksud perang dalam hal ini ia melakukan pembelaan dirinya dari tuduhan yang dialamatkan terhadap dirinya, terang Diaz Gwijangge.

“Begitulah adat kami, melihat permasalahan ini secara sebenar-benarnya tanpa ada maksud pretensi dan maksud lain apapun. Sehingga sebanyak 40 orang yang sudah bersedia mati untuk mempertahankan adat kami akan mempertahankan harga diri adat kami dalam menyikapi masalah ini, tegas Diaz Gwijangge.

Selanjutnya akan dipersilahkan Pak Lukas Enembe, keluar rumah setelah sembuh dan bisa diperiksa. Kami sama sekali ini bukan melawan aparat, menghalang-halangi penegakan hukum apalagi melawan negara, Kami tahu anak kami Lukas Enembe 20 tahun lebih mengabdi kepada Merah Putih sebagai PNS dan Kepala Daerah.

Oleh sebab pandangan adat yang tumbuh dalam hukum adat kami seperti ini, kami mohon untuk dijembatani oleh Institusi bapak sebelum adanya jatuh korban karena adanya ketidak-fahaman diantara Orang adat yang memegang teguh adatnya dan pandangan kekuasaan hukum modern.

“Sehingga dalam mediasi itu, masing-masing pihak bisa menahan jeda sejenak untuk saling memahami kondisi realitas pandangan adat dan pandangan pemerintahan modern. Sambil diupayakan dokter Independen dipersilahkan mendiagnosa menyeluruh keadaan sakit anak kami Lukas Enembe, yang sejujur jujurnya. Agar masalah ini menjadi terang benderang dan jelas, tandasnya.

(tp-02)