Jayapura, Teraspapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober 2025, SMA Gabungan Jayapura menggelar Turnamen Futsal Antar Kelas sebagai bentuk perwujudan semangat sportivitas dan kebersamaan di kalangan siswa.
Kegiatan tersebut resmi dibuka di lapangan sekolah setempat pada Kamis, 23 Oktober 2025. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama oleh Kepala Sekolah, Sandra Titihalawa. Sejumlah guru turut ambil bagian dalam seremoni pembukaan sebagai simbol kebersamaan antara tenaga pendidik dan peserta didik.
Turnamen ini diikuti oleh 11 tim futsal yang mewakili masing-masing kelas di SMA Gabungan Jayapura. Setiap tim menurunkan para pemain terbaiknya untuk bersaing secara sportif memperebutkan gelar juara. Pertandingan berlangsung penuh semangat, diiringi sorak dukungan dari teman-teman sekelas yang menambah kemeriahan suasana.
Kepala Sekolah Sandra Titihalawa saat ditemui Teraspapua.com, Jumat (24/10/2025) mengatakan, kegiatan futsal antar kelas ini merupakan salah satu ajang yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyalurkan minat dan bakat siswa.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan semangat siswa SMA Gabungan Jayapura. Berdasarkan hasil analisis kami, hampir 75 persen siswa memiliki minat besar terhadap olahraga futsal. Karena itu, kami ingin mengakomodasi potensi tersebut melalui kegiatan positif seperti ini,” jelasnya.
Sandra menambahkan, pihak sekolah berharap turnamen ini dapat menjadi wadah pembentukan karakter siswa yang tangguh, sportif, dan pantang menyerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengalihkan perhatian siswa ke hal-hal yang positif, membangun rasa persaudaraan, menumbuhkan tanggung jawab, dan memperkuat karakter. Sekolah akan terus berupaya menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sandra juga mengajak para orang tua untuk turut berperan dalam pembentukan karakter anak melalui pendidikan keluarga di rumah.
“Terkadang perhatian, kasih sayang, pelukan, serta kepedulian dan empati orang tua jauh lebih berharga daripada sekadar nasihat panjang lebar yang tidak bermakna,” imbuhnya.
Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda yang menekankan nilai-nilai persatuan dan cinta tanah air harus terus ditanamkan di lingkungan sekolah.
“Melalui turnamen futsal ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan di antara siswa, sekaligus memperkuat nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menjadi dasar terbentuknya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda,” tutupnya.
(Har)















