13 Tim Berlaga di Freeport Grassroots Tournament, Harapan Baru Sepak Bola Papua Muncul

Jayapura, Teraspapua.com – PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua kembali menggelar turnamen sepak bola usia dini bertajuk Freeport Grassroots Tournament (FGT) di Lapangan Mandala, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan talenta sepak bola muda di Tanah Papua.

Turnamen yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan di Papua ini diikuti oleh 13 tim dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Jayapura. Rinciannya, sebanyak 10 tim bertanding di kategori usia 10 tahun (U-10), sementara tiga tim lainnya berlaga di kategori usia 12 tahun (U-12).

Ketua panitia penyelenggara, Steven Hendabo, mengatakan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pengembangan bakat bagi anak-anak sejak usia dini.

“Freeport Grassroots Tournament merupakan bentuk dukungan nyata PT Freeport Indonesia bersama PSSI dalam membangun fondasi sepak bola dari usia dini, khususnya di Papua yang memiliki banyak potensi,” ujarnya.

Sebanyak 13 SSB dari Kota dan Kabupaten Jayapura ambil bagian dalam turnamen ini, menghadirkan semangat kompetisi yang tinggi sekaligus menjunjung sportivitas. Selain pertandingan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antar pemain muda untuk saling belajar dan mengasah kemampuan.

Steven juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sponsor, termasuk Specs, yang turut berkontribusi dengan memberikan perlengkapan sepatu bola kepada para peserta.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kelancaran kegiatan ini, sekaligus memotivasi anak-anak untuk semakin bersemangat dalam bermain sepak bola,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para orang tua. Salah satu orang tua pemain dari SSB Batik Cigombong U-12, Melki Mahakena, mengaku bangga melihat anak-anak dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Ia menyebut timnya berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 6-0 pada salah satu pertandingan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan PSSI Papua yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Anak-anak bisa menyalurkan bakat dan mendapatkan pengalaman bertanding,” ujarnya.

Melki berharap ke depan turnamen seperti ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun guna menjaga keberlangsungan pembinaan sepak bola usia dini di Papua.

“Harapan kami, sepak bola di Papua semakin maju dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat, baik untuk Persipura maupun tim nasional Indonesia,” katanya.

Hal senada disampaikan pelatih SSB, Jon Asaribab. Ia mengaku bangga atas konsistensi PT Freeport Indonesia dalam menghadirkan turnamen usia dini di Kota Jayapura.

Menurutnya, ajang ini menjadi sarana penting untuk mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di masing-masing SSB.

“Lewat turnamen ini, kami bisa melihat perkembangan anak-anak yang kami latih. Ini juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, turnamen ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan, termasuk mereka yang berada di bangku cadangan.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak, karena semua diberi kesempatan bermain. Itu penting dalam proses pembinaan,” katanya.

Melalui Freeport Grassroots Tournament, PT Freeport Indonesia bersama PSSI berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi pesepak bola muda berbakat dari Papua, sekaligus memperkuat fondasi sepak bola nasional dari tingkat akar rumput.

(rck/har)