BTM Resmikan Posko Pemenangan di Distrik Nimboran, Tegaskan Komitmen Pemekaran Kabupaten Grimenawa

Nimbokran, Teraspapua.com – Setelah meresmikan posko relawan Garuda Nusantara di Kampung Mamei, Distrik Kemtuk, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), melanjutkan agenda politiknya dengan meresmikan Posko Pemenangan BTM–CK di Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/7/2025).

Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati area posko yang berdiri sederhana namun penuh semangat perjuangan.

Tenda-tenda undangan yang dipasang berhadapan langsung dengan panggung utama tampak penuh, dihiasi dominasi warna merah khas PDI Perjuangan, dengan kain besar bergambar banteng moncong putih terpampang di panggung tempat BTM menyampaikan orasi politiknya.

Turut hadir dalam peresmian, Pendeta Orgenes Korwa beserta para tokoh adat, yang menyambut langsung kehadiran BTM bersama sang istri, Kristhina Luluporo Mano.

Sambutan adat diberikan secara hangat sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan dari masyarakat Tabi.

Meski cuaca mendung dan hujan rintik-rintik menyelimuti wilayah Nimbokran, suasana tetap semarak. Lagu “Satu Padu untuk Menang” mengiringi langkah BTM naik ke atas panggung, disambut dengan yel-yel dukungan dari relawan dan warga.

Seruan “BTM–CK!” menggema di antara tenda dan tribun sederhana yang didirikan dari daun atap, tiang kayu, serta tempat duduk yang terbuat dari kursi plastik, papan, dan batang sagu.

Dalam suasana penuh semangat itu, Ketua DAS Namblong, Bernard Demotekai, menyampaikan dukungan masyarakat terhadap BTM–CK.

Ia bahkan menyapa BTM sebagai “Gubernur Terpilih” dan menyatakan bahwa masyarakat lembah Grime telah menetapkan pilihan.

“Bapak adalah gubernur kami, dan kami akan memilih Bapak pada 6 Agustus nanti. Saya akan duduk bersama para ondoafi di pondok ini sampai Bapak benar-benar menang. Pondok ini akan jadi tempat syukuran untuk kemenangan yang Tuhan berikan,” ujar Bernard.

Demotekai menambahkan, jika para tokoh adat sudah menyatakan sikap, maka seluruh masyarakat adat wajib ikut bersatu.

“Kami tidak akan menghindar. Kami sudah sepakat,” tegasnya.

Saat memulai sambutannya, BTM membuka dengan salam adat dan doa:

“Aku melayangkan mata ke gunung-gunung, dari manakah datang pertolonganku? Pertolonganku datang dari Tuhan, pencipta langit dan bumi,” ucapnya. “Syukur bagi-Mu Tuhan, Engkau telah berikan tanah ini kepada kami untuk kami kelola dan layani dengan penuh tanggung jawab.”

BTM menyampaikan bahwa dirinya sudah sering menginjakkan kaki di wilayah Grime, dan merasa sebagai bagian dari masyarakat di sana.

Sebagai anak asli Tabi, BTM mengingatkan bahwa ia telah mengambil istri dari Lembah Grime, dan karena itu ia memiliki tanggung jawab moral dan budaya terhadap wilayah tersebut.

“Saya bukan orang asing di tanah ini. Saya anak Tabi, dan saya berdiri untuk hak-hak anak Tabi dan Saireri. Saya hadir untuk menghapus air mata rakyat di negeri ini,” katanya lantang.

Dalam orasinya, BTM juga menegaskan program strategis yang akan ia dorong jika terpilih sebagai Gubernur Papua. Salah satunya adalah pemekaran wilayah Grimenawa menjadi kabupaten tersendiri.

Ia menyebut bahwa wilayah tersebut layak dimekarkan berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, serta potensi sumber daya alam yang dimiliki.

“Pemekaran Kabupaten Grimenawa bukan sekadar program politik, tetapi upaya konkrit untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat: dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” jelas BTM.

Ia juga meminta agar posko ini digunakan secara aktif sebagai pusat konsolidasi dan strategi untuk memenangkan pasangan BTM–CK dalam PSU mendatang.

Menutup pidatonya, BTM mengingatkan masyarakat dan relawan agar tetap solid, tidak terpecah oleh perbedaan, dan menjauhi sikap saling menjatuhkan.

“Saya ingatkan, kita di sini bukan untuk cari uang. Jangan saling iri atau saling menjatuhkan. Saya tidak punya uang, tapi saya punya Tuhan Yesus,” tegasnya disambut sorak dukungan dari warga.

Dalam kesempatan tersebut, BTM juga mengumumkan bahwa sejumlah partai politik telah bergabung dan menyatakan dukungan terhadap pasangan BTM–CK. Partai-partai tersebut antara lain NasDem, PSI, PKN, dan sejumlah tokoh penting dari Partai Golkar.

Dengan dukungan luas dari masyarakat akar rumput, tokoh adat, serta partai politik lintas partai, pasangan BTM–CK terus mengukuhkan langkah menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Kehadiran mereka di Distrik Nimboran menjadi bukti komitmen untuk tidak hanya berkampanye, tetapi mendengar, hadir, dan membawa perubahan nyata bagi seluruh masyarakat Papua, khususnya di wilayah Tabi dan Saireri.
(Har/Nov)