OSIS SMA Gabungan Resmi Dilantik, Dr. Sandra Titihalawa: Tertibkan Diri Sebelum Menertibkan Teman

Foto Bersama Pengurus OSIS Bersama kepala sekolah Dr. Sandra Titihalawa, S.Pd., M.Si, dan Dewan guru (foto Arche/ Teraspapua.om)

Jayapura, Teraspapua.com – Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Gabungan Jayapura masa bakti 2025 – 2026 resmi dilantik dalam sebuah upacara yang berlangsung di Aula Pandora, Rabu (28/11/2025).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Gabungan Jayapura, Dr. Sandra Titihalawa, S.Pd., M.Si, setelah diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Sekolah Nomor 305/411/SMAGAB/XI/2025.

Dalam struktur kepengurusan baru, Luna Kafiar terpilih sebagai Ketua OSIS. Ia didampingi Christian Nussy sebagai Wakil Ketua, Novela Makanuay selaku Sekretaris, dan Novela Josephina Awom sebagai Bendahara. Pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera organisasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru, sebagai simbol estafet kepemimpinan OSIS.

Kepala Sekolah Dr. Sandra Titihalawa dalam sambutan menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada para pengurus OSIS baru bukan hanya sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.

“Hari ini kalian dilantik. Itu berarti kalian mengemban amanat dengan tanggung jawab penuh. Ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan untuk memberi dampak bagi teman- teman kalian,” ujarnya.

Sandra juga memberi apresiasi atas terpilihnya ketua OSIS perempuan setelah 10 tahun berturut-turut selalu dipimpin oleh laki-laki. Ia berharap kehadiran Luna dapat menjadi warna baru dalam kepemimpinan OSIS.

“Untuk pertama kalinya setelah satu dekade, OSIS dipimpin oleh seorang perempuan. Saya berharap ini membawa perubahan nyata dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,”
tambahnya.

Sandra menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai syarat utama seorang pengurus OSIS. Ia meminta seluruh pengurus untuk menjadi contoh dalam penampilan, sikap, dan waktu.

“Tertibkan diri kalian terlebih dahulu sebelum menertibkan teman-teman. Datang tepat waktu, pakaian rapi, atribut lengkap itu semua harus dimulai dari kalian,” tegasnya.

Ia juga memerinci standar kedisiplinan yang harus dipatuhi, mulai dari penggunaan topi, papan nama, kaos kaki SMA Gabungan, sepatu hitam, hingga kerapian rambut. Menurutnya, OSIS harus menjadi motor penggerak budaya disiplin di sekolah.

“Jika kalian ingin menegur teman-teman, maka kalian harus lebih rapi dan lebih siap dari mereka. Pengurus OSIS harus memberikan contoh, bukan hanya memberi instruksi,” sambungnya.

Lebih jauh, Sandra menekankan bahwa organisasi OSIS adalah tempat terbaik bagi siswa untuk belajar kepemimpinan, manajemen diri, komunikasi, dan kemampuan mempengaruhi orang lain.

“Ilmu yang kalian dapat di organisasi ini akan kalian bawa terus baik ketika kuliah maupun saat sudah bekerja. Ini adalah skill yang tidak bisa dibeli,” tuturnya.

Ia mendorong para pengurus untuk aktif berkreasi, bergerak, dan menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekolah.

“Semoga kalian dapat memberi dampak dalam mendisiplinkan dan membangun karakter teman-teman di SMA Gabungan Jayapura. Tetap tekun belajar, berkreasi, dan bergerak dalam aksi,” pungkasnya.

(Arc/Veb)